MERANGIN – Usai sudah pencarian 7 korban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jenis lubang jarum di Desa Simpang Parit, Renah Pembarap.
Hal ini disampaikan langsung Asisten II Setda Merangin, Arwan usai menggelar rapat bersama unsur terkait yang terlibat dalam SAR Gabungan.
Ia mengatakan tim di lapangan diyakini tidak bisa melakukan evalusi korban lagi. Sebab upaya penyedotan air dari dalam tambang selama ini sama sekali tidak menunjukkan progres.
“Hasil rapat evaluasi atas upaya evakuasi sejak Senin hingga Selasa maren diputuskan penghentian pencarian” kata Arwan.
Selain itu lanjutnya, factor gografis jangkauan tempat kejadian perkara (TKP) yang sangat sulit dilalui, dan cuaca yang tidak mendukung,
Masuknya air sungai Batang Merangin kelubang tambang dan lubang hanya selebar satu meter juga menjadi penyebab lain dihentikannya pencarian.
“Personil gabungan yang dibentuk untuk mencari korban tekah ditarik ke satuannya masing-masing,” kata Arwan.
Senada Ketua Tim Basarnas Jambi wilayah barat, Ari yang menyebutkan pihaknya telah menarik Tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI, Polri dan Damkar.
“Sesuai hasil keputusan rapat dengan Pemda, kita menghentikan pencarian dan tim telah dipulangkan,” ungkapnya.
Penghentian pencarian 7 orang korban lobang jarum ini sama dengan kejadian tahun 2016 lalu yang juga lokasinya masih di wilayah tersebut.
Waktu itu sebanyak 11 orang terkubur dalam tambang dan setelah dilakukan berbagai upaya evakuasi korban hingga 2 minggu tetap tak membuahkan hasil, sehingga pencarian juga dihentikan.
(Cra)
