TANJABBAR – Kerusakan Jembatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengkhawatirkan. Jembatan rusak masih ditemukan didalam Kota Kuala Tungkal dengan kondisi sangat memprihatikan.
Salah satunya, Jembatan Baharik Kalimantan yang berlokasi di RT 16 Kelurahan Kampung Nelayan, luput dari perhatian pemerintah.
Pantauan dilapangan terlihat, kerusakan nya sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Mulai dari besi bangunannya tampak sudah berkarat dan keropos akibat dimakan usia.
Tak hanya itu, pagar pembatas Jembatan pun sudah lepas dari posisi awal. Dan hanya diikat mengunakan tali seadanya untuk menjaga agar posisi pembatas tidak terjatuh.
Mirisnya lagi, kondisi bangunan Jembatan yang dibangun tahun 2016 lalu tidak kokoh lagi, karena sudah mulai bergoyang apabila dilalui dan melintas di lokasi tersebut.
Ketua RT 16 Kelurahan kampung nelayan, Hendri Cipta mengatakan, Jembatan Baharik Kalimantan ini merupakan akses kebutuhan masyarakat menuju Manunggal II dan juga kampung Nelayan.
“Jembatan ini di bangun Tahun 2016 lalu, kini kondisi memprihatinkan. Belum ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaikinya,” ujar Hendri.
Ia selaku ketua RT setempat, minta kepada Pemkab melalui dinas PUPR untuk dilakukan perbaikkan.
“Kalau bisa di bangun dengan cara di cor dan jangan lagi di las mengunakan plat karena tidak bertahan lama,” pintanya.
Ia menyebut, kondisi kerusakan jembatan ini sudah sangat membahayakan dan bisa mengancam keselamatan bagi siapa saja yang melintas di lokasi.
“Sejak Jembatan ini mengalami kerusakan, sudah sering kali pengendara terjatuh,” sebutnya.
Sementara itu, Nur Padila warga setempat mengatakan, memang kondisi jembatannya sangat membahayakan apabila dilalui dan harus secepatnya dilakukan perbaikan.
“Kalau bisa secepatnya ditanggapi oleh dinas terkait, jangan sampai ada korban baru bertindak,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang pengendara, Salim, ia menyebut sangat was-was apabila melintas saat berselisih dengan kendaraan lainnya.
“Kalau salah sedikit bisa berakibat patal dan merenggut nyawa kita,” tuturnya.
(hry)
