MERANGIN – Viralnya insiden parkir di Bandara Sultan Thaha Syaifudin, menimbulkan beragam reaksi netizen. Baik pada sikap wakil rakyat, Abdul Salam maupun pada etika petugas bandara mencuat ke publik. Lantas, bagaimana sebenarnya sosok politisi Hanura tersebut?
Firdaus Sianturi, Tokoh Masyarakat (Tomas) asal Sumatera Utara di Pamenang, Kabupaten Merangin menanggapi pertanyaan tersebut. Ia mengenal baik Abdul Salam, politisi dari Pamenang itu. Selain dalam domisili yang sama, Firdaus menyebutkan beberapa sikap Salam dalam bermasyarakat.
“Beliau itu sangat dekat dengan masyarakat. Sangat bermasyarakat. Kita akuilah. Dia tidak melihat suku, agama atau golongan, Salam pasti membantu dan menolong. Siapa pun yang mengundang, dia datang. Kalau ada yang sakit atau bencana, mau orang agama apa, suku apa dan dari mana, pak Salam pasti datang,” ungkapnya.
Firdaus yang aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kritis terhadap pemerintah ini bukan hanya bicara. Ada kisah menyentuh dengan Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Jambi itu.
“Haji Salam itu figur yang keras memang. Tapi dia bersosialisasi dan sangat bermasyarakat. Saat istri saya sakit dan ditolak semua Rumah Sakit, saya harus bawa istri saya ke Palembang, hanya beliau yang datang dan ikut memberangkatkan,” bilang Firdaus setengah bercerita.
Sebagai publik figur, Firdaus berharap Salam dapat bersikap lebih arif. Karakter kerasnya, dapat menimbulkan kekeliruan bagi orang yang tak mengenalnya.
“Cuman memang suaranya keras sekali. Kalau tidak kenal, pasti lain. Kalau saya sudah kenal, tau bagaimana pak Salam ini. Dia orang baik dan bersahabat,” pungkasnya
