Kantor Bahasa Kembali Berikan Penyuluhan Pada Wartawan

JAMBI – 30 wartawan dari berbagai Media Massa Daring (Dalam jaringan) mengikuti penyuluhan yang kembali digelar Kantor Bahasa Jambi, Selasa (21/11). Kegiatan yang dihelat di lantai IV, Hotel Cahaya Prima, Kota Jambi ini, untuk meningkatkan bentuk, pilihan kata, kalimat, paragraf atau penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa.

Penyuluhan langsung dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa Jambi Syaiful Bahri Lubis, Natal P. Sitanggang sebagai narasumber, Syarif Abdullah, dan Rekan – rekan Wartawan Jambi.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Bahasa Jambi Sayful Bahri Lubis, Sayful juga menerangkan bahwa penggunaan kosa kata yang baik dan benar, dapat membuat penyampaian yang disajikan dalam karya jurnalitik yang dimuat mudah untuk dimengerti dan dipahami oleh pembaca.

“Penggunaan kosa kata yang baik dan benar itu agar penulisan berita yang dimuat, mudah dimengerti dan dipaham oleh pembaca,” paparnya.

“Kita tidak anti dengan bahasa asing, tetapi kita lebih mengutamakan bahasa Indonesia,” tambahnya.

Diakhir sambutannya, Ia mengatakan bahwa, kegiatan ini tidak hanya bentuk penyuluhan saja, akan tetapi juga menjalin silaturrahmi dengan wartawan di Jambi ini. Sebelumnya, penyuluhan berlangsung pada Oktober silam

“Dengan cara inilah kami menjalin silaturrahmi dengan rekan wartawan semuanya,” pungkasnya.

Sementara itu sebagai narasumber Natal P. Sitanggang mengatakan didalam membuat kalimat dipemberitaan harus mengutamakan Bahasa Indonesia baik penggunanaan huruf kapital, ejaan, pemilihan kata dan lain sebagainya, “Banyak hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan tulis-menulis salah satunya penggunaan bahasanya dan yang perlu kita utamakan yakni menggunakan Bahasa Indonesia,” sebutnya.

Natal P. Sitanggang juga menyampaikan penggunaan Afiksasi yakni pengimbuhan proses pembentukan kata dengan mengimbuhkan afiks pada bentuk dasar, baik bentuk dasar tunggal maupun kompleks.

“Salah satu contoh pengimbuhan misalnya makanan, sesuatu yang dapat dimakan, dan timbangan, sesuatu alat untuk menimbang,” paparnya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan agar penggunaan kata – kata Bahasa Indonesia harus dicermati jangan ada kata pemborosan,”Kami juga menganjurkan agar kita harus memperhatikan pemborosan kata contohnya proses pengerjaan, dan proses pemukiman, itu merupakan kalimat pemborosan,” pungkasnya.

Hingga saat ini kegiatan tersebut masih berlangsung dan diagendakan akan hingga pukul 16.00 Wib.

You cannot copy content of this page