Kades Benteng ‘Kuras’ Dana Desa Rp 161 Juta?

MERANGIN – Aksi Muslim selaku Kades Benteng, Sungai Manau, guna mengelabui dana desa (DD), mulai tercium. Melalui DD, kades yang baru mengakhiri masa jabatanya 4 Juni lalu, disinyalir kuat menggunakan DD tidak sesuai peruntukan.

Salah satu titik jalan Kabupaten, justru dibangunnya lewat proyek pengerasan jalan. Padahal jalan tersebut, sebelumnya sempat dibangun aspal jalan oleh Pemprov Jambi 2012 silam lalu.

Menariknya lagi, Kades yang diketahui bernama Muslim ini, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam pekerjaan pengerasan jalan tersebut, lewat rekanan yang belakangan diketahui bernama Gulam, dengan nilai proyek jalan senilai Rp 161 Juta.

Usai dibangun, bukannya membawa kebaikan bagi warga sekitar, malah justru proyek pengerasan jalan sepanjang 300 meter, lebar 3.5 meter tersebut terpantau menutupi parit jalan, yang katanya sempat dibangun Pemkab Merangin, beberapa tahun yang lalu.

Akibatnya jika hujan tiba, sebagian rumah warga terendam air lantaran got atau parit yang dibangun sudah tidak berfungsi lantaran ditutupi batu dan pasir atas pekerjaan proyek tersebut.

“Itu faktanya. Parahnya lagi saat proyek tersebut berjalan hingga akhir masa pekerjaan atau sekitar sebulan yang lalu, sama sekali tidak ada papan proyek atas pekerjaan proyek tersebut.”

“Jalan yang sebelumnya lumayan mulus justru saat ini malah sulit dilintasi lantaran jalan dihamburi batu koral dan pasir,” ungkap Tapa (30), warga sekitar yang mengaku kecewa atas pembangunan proyek setempat.

Tapa berharap, agar aparat hukum dapat memantau proyek yang dianggap bermasalah tersebut.”  Soal proyek itu dibangun pakai dana apa, kami sama sekali tidak tahu. Jelasnya kami sangat tidak terima atas pekerjaan proyek yang malah membuat jalan kami semakin sulit dilalui,” tambahnya.

“Memang sempat diusulkan soal pengerasan jalan tersebut, namun dicoret lantaran jalan setempat tercatat sebagai jalan kabupaten. Saat itu, usulan jalan tersebut, digantikan dengan pembangunan jalan rabat beton,” pungkas Tapa.

Dedi, yang tak lain Sekdes Banteng mengatakan proyek pengerasan jalan tersebut dibangun tanpa adanya musyawarah dengan perangkat desa.

“Namun, seiring berjalannya waktu Kades Benteng tetap melakukan pengerasan jalan diakhir masa jabatannya. Kami (perangkat desa) sama sekali tidak tahu menahu soal itu, karena hal tersebut dilakukannya tanpa ada koordinasi desa,” ungkap Dedi.

Sementara hingga berita ini dipublikasikan, Mantan Kades Benteng ini, Muslim masih belum berhasil dikonfirmasi Dinamikajambi.com. Beberapa kali dihubungi via ponsel miliknya 0852694800XX, masih belum diangkat, hingga Short Mesagge Service (SMS) yang dilayangkan pun belum direspon. (rdc)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033