Kadernya Ditangkap dan Diintrogasi, GMKI Kutuk Tindakan Polda Jambi

BERITA JAMBI – Kadernya ditangkap dan diintrogasi, atas tuduhan terlibat dalam aksi pembakaran kendaraan dinas Kepolisian di Jambi. GMKI Cabang Jambi, kutuk tindakan frontal Polda Jambi.

Hal ini disampaikan langsung oleh pengurus GMKI Cabang Jambi, usai mendampingi kadernya membuat laporan ke Kemenkumham Provinsi Jambi, Senin (02/11/2020) kemarin.

Baca juga : Ditangkap Bak Penjahat Kelas Kakap, Juanson : Saya Ini Mahasiswa

Organisasi mahasiswa GMKI tak mau tinggal diam, atas sikap Polda Jambi yang dinilainya secara frontal menuduh Juanson Ambarita sebagai pelaku. Dalam hal ini terkait pembakaran kendaraan dinas Kepolisian, saya unjuk rasa Tolak Omnibus Law mahasiswa pada 20 Oktober 2020 waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, Juanson salah satu mahasiswa Universitas Jambi yang dibawa aparat kepolisian ke Polda Jambi, terkait perkara pembakaran motor tersebut.

Padahal saat itu, dari pengakuan Juanson, ia tidak ada melakukan apapun. Bahkan tidak ikut andil dalam unjuk rasa tersebut.

Pun demikian, ia didatangi Aparat kepolisian dan dibawa ke Polda Jambi, untuk diinterogasi terkait hal tersebut.

Tak ayal, GMKI selaku organisasi mahasiswa merasa kadernya, dituduh berbuat hal yang dinilainya tidak ikut campur, dalam perkara itu.

Tak hanya itu, GMKI Cabang yang ini juga kutuk tindakan frontal Polda Jambi, yang dinilai semena-mena berbuat kepada kadernya tersebut.

Pertanyaan Sikap GMKI Jambi

Untuk itu, GMKI Jambi melakukan pernyataan sikap atas sikap Polda Jambi. Di mana yang menangkap dan menuduh Juanson Ambarita, sebagai pelaku pembakaran kendaraan dinas Kepolisian, dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 20 Oktober 2020 lalu.

Berikut isi pernyataan sikap GMKI tersebut ;

  1. GMKI Cabang Jambi mengutuk tindakan sewenang-wenang Polda Jambi, dengan menangkap Juanson Ambarita, secara serampangan tanpa bukti dan fakta yang jelas.
  2. Mengutuk Polda Jambi yang tidak menjalankan prosedur penangkapan, seperti yang diatur dalam KUHAP Bab V pasal 16 sampai 19. Dan prosedur penggeledahan seperti yang diatur, oleh pasal 33 KUHAP.
  3. GMKI Cabang Jambi menyimpulkan Polda Jambi, ceroboh dan asal-asalan dalam melaksanakan tugas.
  4. Tindakan konyol Polda Jambi sangat melukai hati, dan rasa keadilan masyarakat, secara khusus civitas GMKI Cabang Jambi.
  5. GMKI Jambi sangat percaya tindakan ini, bisa terjadi pada siapapun.
  6. Atas kejadian tersebut, GMKI Cabang Jambi tidak percaya lagi dengan kepolisian Daerah selaku pengayom, pelindung dan penegakan hukum di Jambi.
  7. GMKI Jambi juga akan melakukan upaya perlawanan hukum, dan akan mencari keadilan walau bumi akan runtuh.

Kata Ketua Cabang GMKI Jambi

Sementara itu, Ketua Cabang GMKI Jambi Eko Saputra L, Gaol menilai bahwa apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polda Jambi, pada kadernya tersebut tidak wajar.

“Kalau mau meminta keterangan sebagai saksi, atau yang lainnya. Harusnya kan ada surat keterangan, dan dengan cari yang baik-baik. Ini diperlakukan seperti pembunuh dan penjahat kelas kakap saja,” bebernya.

Selanjutnya, Dirinya dari GMKI akan terbuka dengan kepolisian Polda Jambi, jika Kader kami diminta untuk memberikan keterangan.

“Kan bisa dibicarakan dengan baik-baik. Hubungan kami dengan Polda Jambi pun bagus,” imbuhnya.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Ia juga menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan datang ke Polda Jambi, untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Dalam waktu dekat ini kita juga akan meneruskan ke Polda Jambi, tentunya akan didampingi kuasa hukum,” tukasnya. (Red)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033