KUALA TUNGKAL – Kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini membuat kabut asap mulai menyelimuti Tanjabbar. Kabupaten Tanjung Jabung Barat terutama di Kota Kuala Tungkal, kabut asap tampak pekat.
Dari pantauan di lapangan kabut asap mengakibatkan jarak pandang berkurang serta beberapa bangunan terlihat samar.
Sebagian warga juga mulai menggunakan masker ketika bepergian ke luar rumah.
Salah satu warga Kuala Tungkal Ilham mengungkapkan kabut asap membuat matanya perih serta mengganggu aktivitas ia di luar rumah.
” Saya terpaksa harus memakai masker ketika keluar rumah agar tidak sesak,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjabbar, Suparjo menjawab kabut asap menyelimuti Tanjabbar.
Bilangnya, kualitas udara di Tanjabbar masih dalam kategori sedang dan berskala 50-100. Masih dikatakan Suparjo, angka itu menunjukkan tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan.
Baca Juga : Tangani Karhutla, Wabup : Tanjabbar Bentuk TRC 54 Anggota
“Kualitas udara di Tanjung Jabung Barat kita lebih diuntungkan dari pada daerah perkotaan seperti Sengeti dan Kota Jambi. Karena secara geografis kita berada di pinggir laut dengan terpaan angin yang lebih kencang,” katanya.
Suparjo menambahkan, faktor lain yang membuat Tanjabbar lebih di untungkan adalah karena kondisi kendaraan di Wilayah Tanjabbar yang jumlahnya belum banyak.
“Karena jumlah kendaraan tentu mempengaruhi kualitas udara juga,” katanya.(hry)
