SAROLANGUN – Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kabubaten Sarolangun meningkat 20%, Jumlah ini naik dibandingkan Agustus 2019 lalu.
“Ada kenaikkan sekitar 17 % ,”kata Pltu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sarolangun Bambang Hermanto Senin (23/9/19).
Menurutnya, peningkatan jumlah penderita ISPA ini lantaran kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap yang menutupi langit Kabubaten Sarolangun akhir ini.
“Kita juga sudah membentuk posko
kesehatan penanganan dampak kabut asap disemua puskesmas bagi petugas dan korban karhutla,” jelasnya.
Untuk meminimalisasi dampak dari kabut asap tersebut, pihaknya juga telah mengeluarkan imbauan ke setiap Puskemas, bagi masyarakat, kata dia, diharapkan menghindari paparan kabut asap dengan mengurangi aktivitas di luar rumah,
“Selain imbauan kita juga telah melakukan pengobatan gratis pada masyarakat,” ungkapnya
Selain itu, Bambang menyebutkan, sejak Agustus hingga September 2019, pihaknya telah memberikan sebanyak 75,000 lembar masker gratis kepada masyarakat.
“Kita sudah memberikan sebanyak 75,000 lembar masker kepada masyarakat dan juga sekolah sekolah baik melalui puskesmas, dan juga turun ke jalan,” tandasnya. (Ajk)
