BERITA JAMBI – Setelah beberapa sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka, tak ketinggalan Universitas Jambi rencanakan Perkuliahan Tatap Muka.
Sebagaimana diketahui, angka penularan Covid-19 di Provinsi Jambi, belakangan ini menunjukkan penurunan kasus terkonfirmasi.
Tak ayal, jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), telah memberlakukan pembelajaran secara tatap muka sejak Senin, (05/10/2021) lalu.
Tak ketinggalan, salah satu Perguruan Tinggi terbesar di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, juga telah merencanakan Perkuliahan Tatap Muka. Hal ini, juga sehubungan dengan telah dilaksanakannya vaksinasi secara bertahap.
Informasi tersebut, tertuang dalam Surat Pengumuman Universitas Jambi Nomor: 2245/UN21/PK.00/2021 per tanggal 1 Oktober 2021.
Pada surat yang ditandangani oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Dr Kamid M.Si tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan perkuliahan tatap muka pada Semester Ganjil tahun 2021/2022.
Akan tetapi, sebelum perkuliahan tatap muka tersebut digelar, Universitas Jambi mewajibkan seluruh Dosen, Tenaga Kependidikan hingga para Mahasiswa untuk mengupload sertifikat vaksin.
Dimana, pendataan vaksinasi itu terintegrasi secara online, pada akun Sistem Akademik (Siakad) Mahasiswa. Sementara, untuk Tenaga Kependidikan dapat mengupload pada akun Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) masing-masing.
“Akan diselenggarakannya pembelajaran, pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022 secara tatap muka di Universitas Jambi. Maka, diumumkan kepada Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa harus mengunggah (upload) sertifikat vaksin,” tulis surat tersebut, yang diperoleh Dinamikajambi.com.
Antusias Mahasiswa
Masih dalam kawasan Kampus Universitas Jambi, Reza salah satu Mahasiswa Ilmu Politik menyambut baik hal tersebut.
“Alhamdulillah, saya baru baca surat itu setelah abang kasih tau. Kalau begitu, ini kabar baik tentunya. Kita sudah jenuh, berbulan-bulan kuliah dari rumah,” ungkapnya, Selasa (05/10/2021) di Fakultas Hukum Universitas Jambi.
Bilangnya, selama pembelajaran daring dilaksanakan, ternyata memiliki kesulitan tersendiri.
Yakni, dimulai dari jaringan internet kadang kala mengalami gangguan, kemudian persoalan tugas kuliah yang menumpuk.
“Tentunya, punya sisi positif dan negatif ya. Positifnya, kita dipermudah belajar dari rumah, mengurangi potensi Covid-19. Sisi lainnya, tugas yang kadang menumpuk, dan kita tidak leluasa bertanya kepada Dosen saat penyampaian mata kuliah,” tambahnya.
(Tr01)
