JAMBI – Didampingi beberapa rekannya, Joni Ismed resmi mendaftar sebagai bakal Calon Ketua Golkar DPD II Kota Jambi, Jumat (3/6) malam. Meski sempat kecewa dengan pendaftaran yang terkesan mendadak, pria yang akrab disapa ‘Wo Joni’ itu pastikan ikut bertarung merebut kursi empuk partai berlogo pohon beringin itu.
Kepada dinamikajambi.com, Wo Joni mengatakan bahwa langkahnya ini tak lain untuk mengembalikan partai Golkar sebagai partai yang dekat dengan masyarakat. Sebab, mantan aktifis itu melihat, partai yang dikomandokan Setya Novanto itu tidak ada kegiatan.
“Diam, tidak ada kegiatan. Golkar itu harus dekat dengan rakyat. Jangan hanya pada moment tertentu saja,” tegas Joni yang didampingi Tajri Dannur dan Boy BRJ dalam pendaftaran
Bilang politisi muda itu, Golkar harus dikembalikan dengan rakyat. Sebab, Golkar adalah suara rakyat.
Lalu, apa yang akan dilakukannya bila nanti terpilih dalam mendekatkan Golkar dengan rakyat? Menjawab hal ini, Golkar, bilangnya, harus berjalan dengan eksekutif dan legislatif. Sinergi ini kemudian berjalan dengan dinamika rakyat.
“Bagaimana kita (Golkar,red) berjalan dengan kepentingan rakyat. Jangan hanya diam dan berjalan saat moment Pilkada saja,” terangnya.
Tak hanya itu, alumni Universitas Batanghari itu juga menyebutkan bahwa partai tidak boleh untuk kepentingan pribadi. Partai Golkar, sambungnya, tidak boleh menjadi tempat tumbuhnya dinasti.
“Partai jangan menjadi tempat memperkaya diri. Partai jangan dijadikan tempat dinasti. Tidak boleh itu,” bilangnya.
Sebelumnya, Wo Joni sempat menyesalkan pembukaan pendaftaran ini. Ia menyebutkan, pendaftaran terkesan tertutup dan senyap. Ia juga menyindir tahapan yang disebutkannya tidak jelas.
“Masak pendaftaran itu di running text. Dak ado pemberitahuan di tempat lain. Ini mendadak, tertutup dan senyap,” sindir Joni.
Sementara pada pendaftaran sendiri, selain nama Joni Ismed, ada juga nama Nuzul Prakarsa. Dari 3 formulir yang diambil, hanya dua nama ini yang telah mengembalikan berkas.
