BERITA JAMBI – Sudah tahun kedua Pandemi Covid-19 di Provinsi Jambi, namun belum menunjukkan angka penurunan yang signifikan. Dampaknya, Tukang Sol Sepatu di Jambi menjerit.
Hal ini di sampaikan Eman, Tukang sol sepatu ini, saat di konfirmasi Dinamikajambi.com, Jum’at (30/07/2021).
Baca juga : Wakil Gubernur Jambi Butuh Masukan dari Komda Lansia
Seperti di ketahui, sejak tahun 2020 lalu, virus corona atau yang di kenal aat ini Pandemi Covid-19, sudah menyebar luas di Provinsi Jambi. Perlahan, sektor perekonomian masyarakat mulai tergerus.
Mulai dari pengusaha menengah keatas hingga ke bawah, serta usaha kecil di Jambi makin hari kian terdampak.
Apalagi, saat ini pengetatan dan pemberlakuan PPKM darurat terus di perpanjang. Sehingga, tidak sedikit masyarakat yang mengeluh karena tergerusnya pendapatan mereka.
Salah satunya Eman, Pria yang kini berusia 35 tahun, yang sudah belasan Tukang Sol Sepatu, di kawasan Tugu Juang Kota Jambi.
Eman ikut mengeluh, karena akhir-akhir ini pendapatan nya menjadi tukang sol sepatu, terus mengalami penurunan.
Bilangnya, sejak 2 tahun terakhir dampak pandemi ini terus berimbas pada usaha yang di lakoni nya tersebut.
“Nambah parah bang, hancur yang iyonyo. Makin lamo, makin sulit. Pokoknyo, yang menjerit makin menjerit. Ini bae dari pagi, belum ado dapat penghasilan,” tukasnya.
Jauh Panggang Dari Api
Pria yang memulai profesi tukang sol sepatu sejak 2009 silam ini, menjelaskan bawah penurunan omzet nya lebih dari 50 persen setiap harinya.
Padahal, biasanya sebelum Pandemi sekiranya pukul 1 siang, telah mengantongi penghasilan 100 hingga 150 ribu.
Namun, saat ini boro-boro 100 ribu dalam setengah hari, untuk mendapatkan penghasilan 100 ribu, selama sehari penuh saja sulit.
“Dapat duit 50 ribu nian sudah Alhamdulillah bang. Sayo, kalau ado kerjoan jadi kenek bangunan, maulah. Namonyo menyambung hidup kan, anak 3 orang,” tukasnya.
Untung Istri Pengertian
Di samping itu, Pria yang berdomisili di Mayang ini menjelaskan, hanya bisa berjuang sembari berserah pada yang Kuasa.
Begitulah, naluri seorang Ayah, meski saat ini penghasilannya merosot, Ia tetap teguh pada pendiriannya.
Betapa tidak, pundak seorang Pria berusia 35 tahun ini, menanggung kebutuhan hidup 3 orang anak. Yang mana, saat ini anak bungsunya masih berusia 11 bulan.
“Orang rumah, (istri,red) cuman ngasuh anaklah di rumah. Tambah lagi, kalau kito punyo Balita, bertambah jugo kebutuhan bang. Si bungsu masih 7 bulan,” keluhnya.
Eman mengaku, kerap kali menerima Bantuan Sosial berupa sembako. Tapi apa daya, bukan tak mensyukurinya, mengingat kebutuhan anak istri, sembako semata tidaklah cukup.
Tak sungkan-sungkan, Pria kelahiran Kota Jambi ini mengatakan, Ia bersyukur memiliki pendamping hidup yang setia menemaninya, disaat pendapatan tak menentu.
Meski tak berpenghasilan tetap, Ia tetap berjuang mencukupinya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
“Sayo kiro, Covid-19 ini ujian untuk kito semua. Kebanyakan, yang ditakuti dampak ekonomi begini, rumah tangga hancur bang. Sebagian istri mano tau perjuangan kito, pontang-panting cari beras. Tapi, Alhamdullilah Istri di rumah pengertian bang,” tutupnya.
Untuk diketahui, tarif sol sepatu dibanderol dengan harga 20ribu rupiah. Berbeda dengan sandal, hanya di banderol 15ribu rupiah. (Tr01)
