JAMBI – Terkait dengan rencana kedatangan Calon Presiden Republik Indonesia Nomor Urut 1 Ir. Joko Widodo, menghadiri acara rapat kerja daerah Tim Kampanye Daerah (TKD) Se Provinsi Jambi Paslon Capres Jokowi-KH Maa’ruf Amin dan pembekalan untuk Calon Legislatif (Caleg) Partai Koalisi Indonesia Kerja, di Abadi Convention Center (ACC), Minggu (16/12/2018).
Diakabarkan ada sebanyak 3500 Caleg Partai Koalisi Indonesia Kerja, dan 1500 Relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, akan hadir dalam pertemuan dengan Capres Joko Widodo tersebut.
Sebelum melaksanakan kegiatan tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Pasangan calon Jokowi-Ma’aruf, terlebih dahulu menggelar Jumpa pers, di salah satu Resto di Kota Jambi, Rabu (12/12).
Pada jumpa Pers ini Hadir Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma’ruf, M. Lukman Edy,
Ketua TKD Provinsi Jambi Agus Roni, Sekretaris TKD Provinsi Jambi Edy Purwanto dan Tim TKD Jokowi-Ma’aruf Amin Provinsi Jambi.
6 Juta Rakyat Terpapar Hoax
Dalam jumpa pers tersebut, Lukman mengatakan sebanyak 6 Juta masyarakat Indonesia terpapar dengan berita Hoax dan fitnah soal sosok Calon Presiden (Capres) Joko Widodo.
“Kami mencatat ada sekitar 6 Juta penduduk Indonesia terpapar dengan berita hoax. Jokowi dikatakan PKI, dikatakan anti Islam dan mengkriminalisasi Ulama. Itu hoax yang tertinggi di masyarakat yang angkanya mencapai 6 juta,” katanya.
Untuk itu, dirinya menyampaikan bahwa selaku Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Paslon Jokowi-Ma’ruf, kini memiliki tugas untuk memberikan informasi yang benar tentang Sosok Jokowi.
Saat ditanyakan, bagaimana tanggapan TKN-TKD soal banyaknya pemberitaan yang seolah-olah itu menyinggung masa kepemimpinan Jokowi, Ia menyampaikan bahwa selaku Tim mereka tidak punya Handil disitu, itu sudah ranah hukum.
“Seperti masalah di Papua, Pak Jokowi sendiri turun langsung, meskipun itu sudah dilarang, yang pakek motor itu lo. Ada lagi masalah reuni 212 di tugu Monas, itu kan ada Kiyai Ma’aruf Amin. Dia selaku eksekutor pertamanya, semua keluhan itu disampaikan pada beliau, dan beliau lah yang menyampaikan itu semuanya pada Presiden. Saya rasa jelas, kiyai Ma’aruf tau semua soal itu, bagaimana pak Jokowi sebenarnya.” paparnya. (Nrs)
