BERITA JAMBI – Menjadi salah satu penerima beasiswa, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi generasi bangsa di negeri ini. Seperti yang dirasakan Yesinta Isnaini, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Arab semester 1 UIN STS Jambi usai menjadi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun ini.
Hal tersebut diungkapkan Yesinta, saat di temui awak media di sela-sela aktivitas kuliah di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi Mendalo, Selasa (03/01/2023).
Baca juga : Gubernur: Jambi Mantap Expo Pacu Pertumbuhan Perekonomian
Seperti diketahui, pada bulan September 2022 Kementrian Agama dan Kementrian Keuangan Indonesia, kembali membuka pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk tahun ini. Beasiswa Indonesia Bangkit adalah beasiswa yang berasal dari Kementrian Agama dan Kementrian Keuangan, untuk masyarakat Indonesia yang ingin mengembangkan karier, pengalaman, dan jaringan kampus baik di dalam dan di luar negeri.
Beasiswa ini ditujukan kepada seluruh pelajar SMA Sederajat yang ingin melanjutkan kuliah baik S1, S2 dan S3 dari seluruh Universitas Islam di Indonesia, termasuk Universitas Islam Negri Sultan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS Jambi).
Nah untuk di Universitas Islam Negri Sultan Thaha Saifuddin Jambi ini sendiri, hanya 4 program studi saja yang berkesempatan untuk mengikuti seleksi beasiswa tersebut.
Program studi tersebut adalah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Studi Perbandingan Mazhab dan Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Bagi mahasiswa atau mahasiswi dari 4 program studi UIN ini yang telah mendaftar beasiswa tersebut, tentu akan mengikuti tes seleksi dengan melewati 3 tahap seleksi. Dimana, tempat seleksi tersebut yakni di Unit Pengembangan Bahasa (UPB) UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi kampus Telanaipura.
Kepada awak media ini, Yesinta mengatakan bahwa untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima BIB, para mahasiswa dan mahasiswi harus menyiapkan berkas sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan kementerian.
Selain ijazah, calon peserta juga harus membuat soal essai berisi 1000 kata, serta melampirkan sertifikat bahasa yang dimiliki mahasiswa tersebut.
“Tahap pertama yaitu pengumpulan berkas ijazah dan lain-lain. Kemudian membuat soal essai yang berisi 1000 kata, serta mengumpulkan sertifikat bahasa,” terangnya.
Tahapan Lainnya
Selanjutnya, tahap kedua yaitu Tes Skolastik dan mengerjakan soal Matematika. Kemudian jika lulus melewati 2 tahap pertama akan dilanjutkan dengan tahap ketiga, yakni wawancara tentang Moderasi Beragama dan Sikap Cinta Tanah Air.
Setelah melewati berbagai tahapan, keberuntungan berpihak kepada mahasiswa asal Bahar Kabupaten Muaro Jambi tersebut. Ia berhasil mendapatkan beasiswa BIB itu.
Baca juga : Aliansi Anti 303 Bersama Polda Komitmen Berantas Perjudian di Jambi
Tak ayak, ucapan rasa syukur pun diungkapkan Yesinta. Betapa tidak, beasiswa yang baru pertama kali tahun ini diperuntukkan untuk mahasiswa semester 1, ia malah menjadi salah satu penerimanya.
“Selain itu, beasiswa ini juga pertama kalinya pada tahun ini ditujukan untuk mahasiswa semester 1 di Universitas Islam Indonesia, jadi saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini. Alhamdulillah dengan segala perjuangan saya, yang notabenenya saya adalah mahasiswa baru, akhirnya saya diterima untuk menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang berhasil mendapatkan beasiswa ini.” Tutur Yesinta Isnaini.
Penulis : Virna Fadillah Dewi dan Neri Arion (Mahasiswi/Mahasiswi Fakultas Dakwah UIN STS Jambi)
Editor : Novan Riansyah
