Isak Tangis Korban Bencana Donggala Asal Jambi, Salmah : Kami Sudah Trauma

JAMBI – Warga asal Jambi, yang selamat dalam bencana alam gempa bumi di Sulawesi Tengah, tiba di Jambi malam ini, Selasa (9/10/18).

Kedatangan mereka, disambut keluargannya dengan menggunakan pesawat terbang domestik, dari Jakarta tujuan Jambi, di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi.

Korban yang merupakan pasangan suami istri Aspin (36), Salmah (40), dan dua orang anaknya Rizki (5) dan Rizka (4), warga asal Mendahara Tengah, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Mereka telah bekerja selama empat tahun di Donggala, dan juga keturunan warga Seberang Kota Jambi.

Didepan seluruh awak media, Salmah menceritakan bahwa pada saat kejadian tersebut, dirinya sedang berada diluar rumahnya sekitar pukul 18.00 WIB, dan suami dan dua orang anaknya berada di ruang tengah.

Lebih lanjut, dikatakannya juga bahwa saat itu tiba-tiba ada petir diiringi dengan hujan yang lebat, jalan di depan rumahnya terbelah. Bahkan sang suami sempat mengalami luka-luka akibat bangunan dirumahnya ambruk, dan teejadilah tsunami yang mengakibatkan seluruh pemukiman di kawasan itu hancuur.

“Kemudian tanah itu menutup kembali dan semua orang berlari, kami melarikan diri ke lapangan. Suami mengendong anak-anak ke bukit di kantor pemerintahan, untuk mengungsi tanpa makan dan minum selama tiga hari.” tangisnya.

Kemudian, selama di pengungsian kedua anaknya menderita penyakit demam dan muntah-muntah, karena tak ada yang makanan yang dikonsumsi. Lalu, Ia bertemu dengan seorang anggota TNI Angkatan Udara asal Jambi, bernama Sertu Amrin Hakim membantu mereka untuk melakukan komunikasi ke keluarga di Jambi, dan mengantarkannya untuk pulang.

“Pagi tadi mau ke Jambi, terjadi dua kali gempa, Kami juga sempat kocar kacir berlari.” ujarnya.

Ibu dari dua anak itu, juga sudah memutuskan untuk menetap di Jambi, dan tak ingin kembali pulang ke Donggala lagi.

“Kami sudah trauma,” katanya.

Sementara iti, Paman korban, Ahmad (48), mwngatakan bahwa keponakannya sudah bekerja di kabupaten Donggala, selama empat tahun. Dirinya mendapatkan kabar keselamatan korban ini melalaui telpon, setelah tiga hari kejadian tersebut.

“Sementara ini korban ditempatkan di Kota Jambi di rumah keluargannya di Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi.
Dia (Salmah, red) ikut suami yang bekerja di sana. Kita senang mereka selamat, sehingga bisa berkumpul dengan keluarga lagi,” pungkasnya. (Nrs) 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page