Isak Tangis Helmina, Mau Urus Kasus Penipuan ke Mapolda, Eh Terhalang Penyekatan di Jambi

BERTIA JAMBI – Kisah sedih salah satu warga Bukit Tempurung, Mendahara Ulu, Tanjung Jabung Timur. Isak tangis itu, tergambar di raut wajah Helmina, yang hendak urus kasus penipuan di Mapolda Jambi terhalang penyekatan di perbatasan kota Jambi.

Hari pertama penyekatan di Kota Jambi, tentunya membawa cerita tersendiri. Betapa tidak, masyarakat luar Kota Jambi, yang memasuki perkotaan di wajibkan membawa Sertifikat Vaksin atau Rapid Test.

Baca juga : Hari Pertama Pengetatan PPKM, Gubernur dan Kapolda Jambi Pantau Pos

Itu artinya, jika tak membawa dokumen tersebut, maka siap-siap untuk putar kembali. Tak terkecuali, naas menghampiri Helmina salah satu warga Tanjabtim itu.

Pasalnya, Hermina urus kasus penipuan yang menerpanya ke Mapolda. Wanita paruh baya ini, malah terhalang penyekatan PPKM di Kawasan Simpang Rimbo Jambi.

Betapa tidak, hal ini di sebabkan pasalnya tak memiliki Sertifikat Vaksinasi, baik itu yang pertama maupun yang kedua.

Pantauan Dinamikajambi.com di lapangan, saat di tanyai oleh petugas, Helmina hanya meneteskan air mata sembari menceritakan nasib malangnya.

“Kami mau ke Mapolda pak di Kota, mau ngurus kasus penipuan. Sertifikat rumah saya di tipu, polisi di sana bilang saya harus ke Mapolda,” ungkapnya sembari menangis.

Lalu, saat di tanya oleh petugas di lapangan soal kelengkapan dokumen Vaksinasi atau Rapid tes. Ternyata Ia beserta keluarga, belum pernah di vaksinasi.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

“Tidak ada pak, kemarin mau vaksin tapi vaksinnya tidak ada. Minta tolonglah pak, saya mau ngurus kasus penipuan itu. Keluarga kami ditipu,” tambahnya.

Sebelumnya hendak di lakukan putar balik, petugas mengalihkan ke Pos penyekatan guna di lakukan Rapid Tes. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033