BATANGHARI – Terkait dengan maraknya pemberitaan Ilegal Drilling Di Kabupaten Batanghari dan hasil penelusuran dinamikajambi.com beberapa waktu lalu, membuat Icil Lagua gerah.
Masih banyaknya aktifitas baik itu berupa sumur minyak ilegal maupun pengolahan (penyulingan,red) minyak ilegal, Icil Lagua dari LSM Solidaritas Masyarakat dan Advokasi (Somasi) angkat bicara.
“Kami sebagai kontrol sosial masyarakat, memang untuk ilegal drilling ini kalau kita kroscek kelapangan itu sepertinya pihak aparat tutup mata. Karena sudah banyak dari pihak wartawan mengekspose (ilegal drilling) ini seperti ada pembiaran, karena kalau kita kroscek kelapangan banyak oknum oknum aparat yang bermain dalam drilling minyak tersebut,” duga Lagua.
Selain menduga adanya oknum aparat yang turut andil dalam kegiatan ini, Lagua juga menyayangkan kinerja pemerintah yang belum bisa menutup secara permanent aktifitas ini.
“Sampai hari ini pihak pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Batanghari tidak dapat menyetop kegiatan ilegal drilling tersebut. Saya rasa kita dari pihak media harus lebih gencar lagi melaporkan ke pihak pihak yang lebih tinggi dan mengekspose tentang ilegal drilling di Kabupaten Batanghari hususnya yang ada didesa pompa air,” keluhnya.
Melihat kerusakan yang disebabkan aktifitas ilegal ini dan tidak peduli pada dampak lingkungan yang di akibatkannya. Apabila tidak segera dilakukan penutupan secara permanent, tak menutup kemungkinan akan adanya pemain baru.
“Maka kedepannya akan banyak pemain baru yang dapat menambah kerusakan dilokasi pengeboran dan penyulingan minyak ilegal ini,” katanya. (Ali Kucir)
