JAMBI – Sepertinya Pemerintah Provinsi Jambi harus mengurungkan niatnya atau membatalkan pembangunan Jembatan Layang (Fly Over) Simpang Mayang, Kota Jambi.
Pasalnya proyek jembatan layang yang terbentang dari simpang Tugu Juang hingga simpang tiga SMK 3 Negeri tersebut tidak disetujui atau ditolak sejumlah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi.
Usai pernyataan pedas yang dilontarkan beberapa Fraksi, Fauzi Ansori (Demokrat), Apif Firmansyah (Golkar), serta Sapuan Ansori (NasDem-Hanura) kini giliran Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Rusli Kamal Siregar yang angkat bicara.
Berita Terkait: Batalkan Fly Over, Apif: Tanjabbar dan Tanjabtim Lebih Membutuhkan
Berita Terkait: Tolak Keras Fly Over, NasDem: Masih Banyak Jalan Rusak di Jambi
Menurut Rusli, jembatan Ply Over simpang Mayang tersebut belum sepenuhnya dibutuhkan masyarakat. Maka dari itu dirinya meminta kepada Pemprov harus membatalkan pembangunannya.
“Akses Simpang Mayang itu, macet hanya terjadi di waktu tertentu. Secara tidak langsung, belum terlalu dibutuhkan,” ungkap Politisi PAN ini.
Rusli menyebutkan bahwa masih banyak kondisi jalan Provinsi yang rusak parah seperti akses jalan lintas Nes – Muara Bulian yang dilalui banyak warga dari berbagai daerah seperti Merangin, Sarolangun, Kerinci, Tebo, Batanghari, Bungo dan banyak lagi.
“Itu lebih penting dibangun daripada Ply Over. Dibesarkan jalan itu. Kalau bisa khususnya jalan Nes tolong badan jalannya dibesarkan, kalau bisa jadi 8 meter,” bebernya.
Dikarenakan ukuran badan jalan yang sempit, sambung Rusli, membuat disepanjang jalan Nes sering terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa.
“Disana itu, rawan kecelakaan. Itu yang penting. Jalan pikiran itu, jangan terkotak-kotak,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Rusli Kamal Siregar juga meminta kepada pihak Eksekutif agar bisa memperbaiki sejumlah ruas jalan milik Provinsi yang ada di dalam Kota Jambi.
“Jangan lupa juga akses jalan Pattimura di kota Jambi. Dimana akses tersebut kerap menjadi titik kemacetan,” tegasnya.
(Wandi)
