Histeria Para Pekerja Rayakan HUT RI Ke 73, Setelah 14 Tahun Lalu

JAMBI – Kali terakhir digelar pada 2004 lalu, perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/08) kembali digelar di PT Remco. Suasana agustusan di pabrik karet di Tanjung Johor itu, penuh histeria dan kebersamaan para pekerja.

Diawali Upacara Bendera, berbagai lomba kemudian digelar manajemen, pekerja dan serikat pekerja KSBSI serta KSPSI reformasi.

Sejumlah lomba khas agustusan, diikuti para pekerja PT Remco yang tercatat sekitar 320 pekerja. Dari tarik tambang, lomba bakiak, balap karung dan makan kerupuk.

Histeria pekerja, makin terasa dengan lomba lainnya seperti menggiring bola plastik dengan terong terikat. Masih ada lomba memindahkan kelereng dengan sumpit.

“Bang, bang. Sudah. Sudah ado yang juaro 1, nah itu jugo juaro 2,” guyon pekerja pada rekannya yang mengikuti lomba.

Kegiatan semarak, dengan dukungan istri dan keluarga dalam kegiatan tersebut. Apalagi, momen doorprize yang ditunggu dengan berbagai hadiah seperti dispenser, jaket, voucher hingga sepeda.

“Merasa bersyukur sekali, nampaknya seluruh karyawan PT Remco, turut memeriahkan kemerdekaan HUT RI,” bilang Muhamad Yusuf, ketua KSPSI Reformasi I PUK PT Remco.

Kebersamaan terlihat disini. Lomba yang digelar, memangkas sekat antar pekerja dan bahkan pimpinan.

Sugiono, dari bagian Quality Control, beruntung mendapatkan hadiah utama doorprize. Menariknya, pemilik nomor undian 41 itu, orang pertama yang menurunkan sepeda saat dibawa ke lomba.

“Kemarin itu, baru datang, aku yang pertama pegang sepeda,” kelakar Sugiono.

Sementara dari LKS Bipartit PT Remco, Dominaseku mengatakan, kegiatan ini kali terakhir digelar 14 tahun lalu. Dengan persiapan terbilang singkat, lomba yang dirancang Juli lalu, berlangsung sukses.

“Tentu saja, kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas dan etos kerja para karyawan,” ungkapnya menjawab awak media.

Domi berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kebersamaan dan kualitas kerja para karyawan

Ke depan, pihaknya ingin membangun hubungan industrial relation yang harmonis dan lebih baik dan berdasarkan Pancasila. (Win)