Hasil Produksi Kelapa Sawit PTPN Meningkat Drastis, Ternyata Ini Rahasianya

JAMBI – Setiap tahunnya hasil Produksi Kelapa Sawit PTPN IV Jambi terus mengalami peningkatan, di 2021 ini paling drastis hingga mencapai 125 Persen. Hal ini di sampaikan Fery Pratama, bagian Produksi PTPN VI Jambi, Rabu (29/09/2021).

Sebagaimana di ketahui, PTPN ini merupakan perusahaan perkebunan nusantara yang kantor pusat nya berada di Kota Jambi, dengan luas lahan cukup besar.

Selain itu, PTPN IV juga merupakan perusahan perkebunan yang tidak hanya di bidang Kelapa sawit saja. Akan tetpi juga memiliki perkebunan teh di Kayu Aro Kerinci, serta produksi Kopi.

Nah, untuk kelapa sawit nya sendiri, produksi perkebunan PTPN VI tiap tahunnya selalu mengalami peningkat dari tahun ke tahun. Hal ini juga tidak lepas dari cara merawat yang di lakukan oleh perusahaan milik pemerintah ini.

Meningkat

Benar saja, hasil Produksi Kelapa Sawit PTPN VI di tahun 2021 ini, meningkat drastis. Rinciannya di tahun 2020 lalu sampai dengan Agustus, itu sekitar 309.657 ton. Sementara tahun 2021 ini, meningkat menjadi 388.972 Ton, atau 125,6 persen.

Baca juga : PTPN VI Gelar Penanaman Peremajaan Sawit Rakyat Gandeng Koperasi

“Peningkatannya luar biasa, tahun ini paling drastis,” katanya.

Ferry mengakui, bahwa rahasia peningkatan hasil produksi tersebut, yakni semenjak mereka melakukan perawatan dengan menggunakan pupuk organik. Sehingga bukan Cuma tanaman yang di rawat, tanahnya pun ikut diberikan pupuk agar tamannya menjadi lebih subur.

“Kami kan ada aplikasi pupuk non organik, nah kami menggunakan pupuk organic yang memang semuanya dari alam. Jadi, kita mulai semuanya dari tanahnya dulu, karena kalau kualitas tanahnya bagus, juga akan berpengaruh terhadap kesuburan tanaman,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya mereka menggunakan pupuk dari bahan kimia. Namun, di tahun 2020 kemarin, dengan perubahan direksi dan komisaris yang baru mereka merubah menggunakan organik.

“Sejak tahun 2020 ini kami massif menggunakan pupuk organic. Mulai dari standar kelapa sawit, asam punik. Itu semua di dapat dari limbah, yang kita olah hingga kita aplikasikan lagi ke tanah. Jadi tanahnya jadi ikut subur. Dan Alhamdulillah hasil produksi kami meningkat,” paparnya.

Sistem Pupuk

Meskipun dulu hasil produksi juga tinggi, tapi semenjak menggunakan sistem pupuk dan perawatan tamanan yang baru ini, meningkatnya jauh lebih tinggi dari yang dulu.

“Para direksi pun saat ini konsen dalam memenuhi makanan tanaman, mulai dari kesuburan tanaman hingga tanamannya. Jadi memang benar-benar tercukupi nutrisi dari tamanan tersebut,” bilangnya.

Saat di singgung soal tantangan dalam mengurus kwalitas tanaman, Ferry lebih menyebut ke pengaruh cuaca, kalau yang lain masih bisa teratasi.

“Kadang pengaruh cuaca saja,” tukasnya menutup sesi wawancara. (Red)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page