BUNGO – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dipestan) Provinsi Jambi, Amrin Aziz mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok di bulan Ramadhan lantaran ulah para pedagang mencari keuntungan. Nilai jual yang rendah, membuat pedagang memilih menjual bahan sembako keluar daerah.
Hal ini dikatakan Amrin Aziz menjawab awak media usai mengikuti halal bi halal di Rumah Dinas Bupati Tebo bersama Gubernur Jambi, Rabu (13/7). Amrin menilai, rantai perdagangan menjadi penyebab melonjaknya harga.
“Sekarang seperti pedagang cabe di Tanjabtim. Petani menjual ke pedagang Rp 8 ribu perkilo. Ke masyarakat, harganya Rp 13 ribu. Lebih baik mereka menjual langsung,” terangnya.
Ia juga menyebutkan hal yang sama di tingkat pedagang besar. Dengan nilai jual yang lebih tinggi diluar daerah, para pedagang dikatakan Amrin memilih menjual diluar.
Dengan begitu, Amrin tak menilai ketersediaan pasokan yang menjadi penyebab melonjaknya harga sembako. Hal ini juga ditemui Gubernur saat meninjau harga pasar jelang Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu lalu. Dimana pasokan daging dan cabai masih mengantungkan dengan daerah lain. Hal ini pulalah yang disampaikan Gubernur dalam kunjungannya di sejumlah daerah di Jambi wilayah barat.
“Yang kita butuhkan itu operasi pasar. Operasi pasar ini Disperindag yang melakukannya. Kita hanya di tingkat petani. Di Kerinci itu petani menjual ke Padang. Karena apa? Disana dijual cash. Di Jambi dibayar 2-3 hari.” pungkasnya
