BISNIS – Harga Sawit Oktober 2024 naik di pekan awal, berikut CPO yang turut melonjak. Harga pasar meningkat, ketegangan di Timur Tengah menjadi penyebabnya.
Naiknya harga sawit Oktober 2024 itu jadi kabar gembira bagi para petani Sawit Jambi. Tak berlebihan, lantaran sepekan ke depan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Jambi dengan harga tinggi.
Hal ini tertuang dalam rapat tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Jambi.
Harga TBS kelapa sawit umur dengan tanam 10-20 tahun, pada periode 26 September hingga 3 Oktober 2024 kini diharga Rp 3.221 Perkilo.
Harga itu mengalami kenaikan Rp 106 per Kilogram dari periode sebelumnya dengan harga Rp 3.115, 5 per Kg.
Merujuk penetapan harga pada data yang dilansir dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kamis (3/10/2024), berikut rincian harga sawit Oktober di Jambi berdasarkan umur tanaman:
– Kelapa Sawit umur 3 tahun Rp 2.523 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 4 tahun Rp 2.686 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 5 tahun Rp 2.810 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 6 tahun Rp 2.928 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 7 tahun Rp 3.002 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 8 tahun Rp 3.065 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 9 tahun Rp 3.126 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 10-20 tahun Rp 3.221 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 21-24 tahun Rp 3.123 per kilogram
– Kelapa Sawit umur 25 tahun Rp 2.978 per kilogram
Tak hanya harga sawit, harga CPO atau minyak sawit mentah juga naik. Berdasarkan data, CPO berharga Rp 13.556,52 per kilogram. Naik Rp 500 dari periode sebelumnya sebesar Rp 13.005,02 per kilogram
Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Rakhmad Dharmawan mengatakan harga Sawit yang ditetapkan Pemprov Jambi berlaku bagi petani yang bermitra dengan perusahaan. Kemudian, harga ditetapkan berdasarkan usia tanam.
Angin Segar
Peningkatan harga TBS tentu menjadi angin segar, lantaran komoditas kelapa sawit salah satu penggerak ekonomi utama di Jambi.
Penetapan harga dari Pemprov Jambi ini tidak berdampak pada petani swadaya. Pada akhir pekan lalu, TBS Kelapa Sawit Swadaya dibeli Pabrik Kelapa Sawit (PKS) paling tinggi Rp 2.700 per Kg. Sementara itu harga lebih rendah di tingkat tengkulak dengan harga sawit petani dibeli Rp 2.500 per Kg.
Sementara pemicu naiknya CPO, mengutip dari Investor dari Bernama, trader minyak sawit David Ng mengatakan, harga CPO ditutup lebih tinggi karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kata seorang pedagang.
Baca Juga : Harga TBS Kelapa Sawit di Provinsi Jambi Naik Turun, Begini Kata Plt Dinas Perkebunan
Situasi tersebut telah menyebabkan harga minyak melonjak, yang berdampak ke pasar minyak kelapa sawit.
“Kami melihat support pada 4.100 Ringgit Malaysia per ton dan resistance pada 4.280 Ringgit Malaysia per ton,” katanya.
(Red)
