Harga Sawit di Jambi Turun, Putri : Seperti Terjun Payung

JAMBI – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Jambi, terus merosot. Minggu ini, menjadi catatan rekor turunnya seperti terjun payung.

Berdasarkan hasil rapat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, dan instansi terkait lainnya, Kamis (12/03) harga sawit di Jambi turun sebesar Rp. 114,7 rupiah Perkilogram.

Baca juga : Dari Februari Hingga Kini, Harga Sawit Di Jambi Terus Merosot

Dikatakan oleh Putri Rainun, selaku
Kepala Bidang Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Provinsi Jambi, bahwa harga sawit periode 13-19 Maret 2020 mang terjadi penurunan.

“Harga sawit hari ini turun sebesar Rp. 114,7 rupiah, untuk umur 10 tahun, dan hari ini juga yang paling besar turunnya, seperti terjun payung.” Katanya.

Ia menambahkan, harga tersebut belum di rata-rata kan. Namun, pihaknya selalu berpatokan dengan harga sawit umur 10 tahun.

Lihat juga video : Klik Disini

Untuk penyebab turunnya sendiri, ia menyebut masih terkendala pasar global. Apalagi saat ini, maraknya penyebaran virus Corona, sehingga membuat situasi pasar jadi lesu.

“Yang kita tau karena ada faktor virus Corona, jadi pasar lesu. Karena yang biasanya ambil sawit ini India, China. Jadi memang pemasaran lagi berkurang permintaannya,” tambahnya.

Untuk harga CPO rata-rata, yakni Rp, 7.044,23, dan inti Sawit Rp. 3.740,11.

Berikut harga sawit sesuai umur tanaman ;

Sawit Umur 3 Tahun Rp. 1.215,94,
Sawit Umur 4 tahun Rp, 1,288.08,
Sawit umur 5 tahun Rp, 1.434,14,
Sawit Umur 6 tahun Rp, 1.405.07,
Sawit Umur 7 tahun Rp, 1.440,55,
Sawit Umur 8 Tahun Rp, 1.470,38,
Sawit Umur 9 Tahun Rp, 1.499,91,
Sawit Umur 10-20 Tahun Rp, 1.544,01, Sawit Umur 21-24 Tahun Rp, 1.496,03, Sawit Umur 25 tahun Rp, 1.424,60.

(Paw)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page