MERANGIN – Alih-alih menjadi andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD), objek wisata Rio Arboretum Rio Alif di Kabupaten Merangin justru “babak belur”.
Meski telah menghabiskan anggaran sekitar Rp2,1 miliar untuk perbaikan jalan dan lebih dari Rp200 juta untuk rehabilitasi kandang rusa, kondisi di lapangan jauh dari harapan.
Pada momen libur Lebaran yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisata, lokasi ini justru tampak sepi tanpa pengunjung. Situasi ini memunculkan kritik dari masyarakat.
“Sangat lucu dan memalukan. Katanya wisata ini siap menyumbang PAD, tapi saat Lebaran justru kosong. Pemerintah gagal total,” ujar Andi, warga Merangin.
Pantauan di lapangan menunjukkan minimnya aktivitas. Petugas setempat bahkan mengakui tidak ada kegiatan yang mampu menarik minat wisatawan.
“Kita tidak ada kegiatan, mungkin itu sebabnya sepi,” ungkap salah satu petugas.
Sempat muncul klaim adanya sekitar 20 pengunjung, namun pernyataan tersebut kemudian diralat dengan alasan para pengunjung sudah pulang.
Yang lebih mengejutkan, daya tarik utama wisata ini—yakni rusa—justru tidak berada di lokasi. Hewan tersebut diketahui berada di rumah dinas karena kandang dinilai belum siap digunakan.
“Rusa ada di rumah dinas, kandangnya belum siap,” kata petugas.
Padahal, anggaran ratusan juta rupiah telah dikucurkan untuk rehabilitasi kandang.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Merangin, Suherman, membenarkan bahwa kandang rusa masih memerlukan perbaikan tambahan.
“Rusa ini tidak bisa terlalu rindang. Memang sudah direhab, tapi pohon di dalam belum ditata,” jelasnya.
Terkait sepinya pengunjung saat Lebaran, ia menyebutkan bahwa objek wisata masih dalam masa pemeliharaan sehingga belum dimaksimalkan.
“Iya, masih masa pemeliharaan,” ujarnya.
Peluang Terbuang
Ironisnya, objek wisata alam ini belum mampu menawarkan daya tarik yang konsisten. Selama ini, kunjungan lebih banyak bergantung pada event tertentu seperti road race atau kegiatan otomotif.
“Mungkin nanti di momen lain, seperti event atau kegiatan otomotif,” tambahnya.
Kondisi ini dinilai sebagai peluang yang terbuang, mengingat tingginya minat masyarakat untuk berwisata saat libur panjang. Bahkan, tidak sedikit warga Merangin memilih berlibur ke luar daerah.
