Gubernur Sidak RSUD Raden Mattaher

JAMBI – .Suasana RSUD Raden Mattaher mendadak riuh. Pasalnya, Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli mengelar Inspeksi Mendadak atau Sidak ke RSUD Raden Mattaher yang terletak di Jalan Letnan Jenderal Soeprapto, Telanaipura, Kamis (18/2/2015) siang sekitar pukul 13.00 Wib.

Gubernur yang mengenakan baju safari berwarna putih saat sidak itu menyusuri sejumlah ruangan dan faslitas yang dimiliki RSUD. Gubernur turun langsung melihat aktifitas RSUD. Sejumlah ruangan perawatan yang tengah merawat pasien menjadi sasaran kunjungannya. Tak ayal, pasien dan keluarganya lantas menumpahkan keluh kesahnya pada orang nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu.

Selain berinteraksi dengan pasien dan para pekerja RSUD, Suami Sherrin Tharia itu juga meninjau kondisi RSUD. Tak luput, Ia melihat langsung pembangunan yang tengah berlangsung. Banyak temuan-temuan yang janggal, diantaranya ruang VIP yang seharusnya pelayanan tersebut sudah bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Kalau rusak, ya diperbaiki. Siapa yang rusaki? Suruh ganti,” seru Gubernur saat meninjau salah satu pembangunan di RSUD.

Dalam konfrensi pers, Gubernur Jambi meminta pihak rumah sakit melakukan pembenahan. Baik itu pada pelayanan, fasilitas, serta ketersediaan akan obat-obatan.

“Saya mohon, Jangan ada lagi masyarakat atau pasien mau berobat dalam penanganannya lambat, pihak rumah sakit khususnya dokter dan perawat harus cepat memberikan pelayanan kepada calon pasien”, ujar Gubernur.

Baca Juga : Gubernur Sidak Hari Perdana Kerja Usai Lebaran, 10 ASN Tanpa Keterangan

Baca Juga : Terima Arahan Presiden, Gubernur Zola Siap Bekerjasama Dengan OJK Untuk Masyarakat

“Ada pasien yang mengeluhkan ketersediaan obat. Obat apa? Obat DBD. Sekarang musim hujan. Obatnya tidak ada. Apa cukup dengan cairan? Sekarang saya minta, antisipasi dengan kebutuhan,” katanya.

Gubernur mengingatkan bila, Ia tidak ingin lagi mendapati keluhan dari masyarakat maupun pasien akan RSUD. Ia akan memantau perkembangan pelayanan RSUD dari media sosial. Masyarakat, sambungnya, mengunakan media sosial sebagai wadah aspirasi dan keluhan pada pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *