BERITA JAMBI – Gelar Reses Tahap II, Anggota DPRD Provinsi Jambi, Rusdi SH MH dorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) produk UMKM wajib masuk retail modern.
Bertempat di Kelurahan Jelutung Kota Jambi, kegiatan reses dihadiri puluhan perwakilan masyarakat. Adapun yang menjadi aspirasi reses, mulai dari infrastruktur jalan, penerangan, hingga rumah ibadah.
Tak kalah penting, pemberdayaan UMKM masyarakat turut menjadi perbincangan hangat. Betapa tidak, di Kecamatan Jelutung terdapat puluhan potensi industri rumah tangga, terutama di bidang usaha kuliner.
Hanya saja, para pelaku usaha UMKM tersebut terkendala oleh pemasaran. Sehingga, potensi usaha kuliner tak berjalan dengan optimal.
“Minta tolong pak, agar produk UMKM kami lebih diperhatikan. Disini banyak potensi-potensinya,” ujar salah satu peserta saat Reses berlangsung, Sabtu (02/07/2022).
Dorong Perda
Sambut aspirasi warga, Rusdi menuturkan, saat ini Pemerintah Provinsi Jambi memiliki program Dumisake, yang di dalamnya memuat pemberdayaan UMKM.
Ia meminta, pemerintah setempat dapat mendata para pelaku usaha UMKM aktif. Dengan demikian, dirinya dapat mengusulkan program pemberdayaan kepada dinas terkait.
“Nah nanti, dengan usulan bisa kita sounding ke OPD terkait. Dengan catatan, kami berharap bisa berkembang dong usahanya. Baik itu secara kualitas, maupun kuantitasnya,” ungkap Rusdi.
Terkait dengan keluhan masyarakat sulitnya pemasaran, Anggota Komisi II ini menambahkan, pihaknya akan mendorong pembentukan sebuah Perda yang mengatur produk UMKM.
Perda Produk UMKM Masuk Retail
Melalui Perda UMKM, bilangnya, seluruh produk UMKM wajib masuk ke retail modern. Ia mengamati, retail-retail modern saat ini, gencar dengan digital marketing. Dengan demikian, pemasaran produk UMKM dapat terakomodir.
“Dengan berkembangnya UMKM masyarakat, nanti akan kita dorong melalui Perda. Perda yang dimaksud, agar retail-retail modern seperti Alfamart, Indomaret, dan swalayan modern lainnya, wajib menjual produk-produk UMKM,” tegasnya.
“Kalau sudah ada Perdanya, pelaku usaha UMKM bisa komunikasi langsung dengan retailnya. Baik itu soal harga, kuantitas produk, dan pola pemasarannya.” timpalnya.
Terakhir, kegiatan reses ditutup dengan agenda ramah tamah, dan pembagian puluhan paket sembako bagi para warga telah didata sebelumnya.
(Rpa)
