SURABAYA – Banyak yang meyakini kepuasan seksual berkaitan dengan Itunya Suami Kurang Gadang. Karin -bukan nama sebenarnya- termasuk yang percaya soal itu.
Tentu Karin punya pengalaman yang menuntunnya pada keyakinan tersebut. Perempuan yang baru menginjak usia 40 tahun itu sudah merasakan sendiri dengan membandingkan Itunya Suami Kurang Gadang -sebut saja Donwori- dan pria idaman lain (PIL).
Baca juga : Pertama di Jambi, Begini Kemegahan Kawasan Kemingking Ecopark Tahun 2029
Tak tanggung-tanggung, Karin mengaku sudah menjajal banyak alat vital dalam berbagai ukuran. Tanpa canggung, Karin blak-blakan soal kegemarannya akan alat vital pria berukuran gadang sembari menunggu proses perceraiannya di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, Kamis pekan lalu (1/7).
Calon janda beranak dua itu sudah puluhan tahun menyandang status sebagai Nyonya Donwori. Namun, Donwori mengucapkan talak setelah mengetahui Karin menjadi tante girang pemburu kepuasan berahi.
Karin demen mentraktir para jejaka muda. Donwori yang dikenal alim tahu soal itu setelah melihat ponsel Karin.
Suatu saat Karin sedang mandi. Saat itulah ponselnya berbunyi karena ada panggilan yang masuk.
Asal Mula
Donwori yang sedang di dekat ponsel Karin langsung mengangkatnya untuk menjawab panggilan. Ternyata yang menelepon bersuara pria dan langsung meminta uang dan mengajak bertemu.
“Aku yang saat itu mandi langsung diseret ke kamar, disuruh menjelaskan siapa itu,” ujar Karin mengenang peristiwa ketika Donwori mengetahui perselingkuhannya.
Seketika itu pula Donwori mencecar Karin. Donwori ingin tahu sosok pria yang baru saja menghubungi ponsel Karin.
Menurut Karin, suaminya tak sekadar menjawab panggilan yang masuk, namun juga melihat pesan-pesan yang ada di ponsel Karin. Setelah itulah Donwori langsung menalak Karin.
Donwori memerintahkan Karin segera mengurus perceraian. Donwori siap membayar berapa pun asal proses cerai segera kelar.
“Ini makanya masih bingung mau ke mana ngurusnya,” tutur Karin.
Menurut Karin, dirinya tak bisa berbuat banyak, apalagi jika sampai mengajak Donwori untuk berbaikan. Sebab, Karin tahu betul watak Donwori.
Ada nada penyesalan dalam pengakuan Karin. Sebab, Donwori sebenarnya tergolong suami ideal.
“Aku memang mbeling. Bojo gak kurang opo-opo. Sabar iyo, ganteng ya lumayan. Aku mau apa-apa dikasih, tapi sek kurang ae aku. Oalah… (Aku memang nakal. Suami tak kurang apa-apa. Sabar iya, ganteng juga lumayan. Aku mau apa pun di kasih, tetapi masih saja kurang, red),” keluhnya seperti dilansir dari JPNN.com, Rabu (10/7/19).
Namun, Karin menganggap masih ada yang kurang pada Donwori, yakni ukuran alat vitalnya. Karin mengaku tak pernah mencapai klimaks saat berindehoi dengan Donwori.
“Karena dia selain kecil juga mesti gak sampai klimaks. Makanya penasaran yak apa kalau nyobayang lain,” imbuh warga Sawahan, Surabaya itu.
Nekat Cari Kepuasan Dari Pria Lain
Selanjutnya Karin nekat mencoba mencari kepuasan dari pria lain. Targetnya adalah para berondong.
Sasaran pertama Karin adalah jejaka dengan ukuran alat vital jumbo. Menurut Karin, kenikmatan dan sensasi alat vital berukuran besar memang beda di banding milik Donwori.
Dasar ganjen, Karin belum puas dengan berondong pemilik alat vital jumbo itu. Selanjutnya Karin menjajal jejaka lain yang ukuran alat vitalnya biasa, namun cara bercintanya luar biasa.
Sejak itulah Karin ketagihan menjajal berbagai laki-laki dengan spesialisasi berbeda. Akibatnya, uang jatah bulanan dari Donwori untuk Karin ludes untuk membiayai berondong pemuas nafsu.
“Awalnya cuma di kenalkan sama teman, akhirnya ketagihan. Ini wis kelima aku pacaran sama berondong-berondong,” tuturnya.
Karena hasrat seksual yang tak terkontrol itulah Karin harus menanggung akibatnya. Donwori mengusir Karin dan harus berpisah dengan dua anaknya.
Kini Karin tinggal di sebuah rumah berukuran kecil. Dia terpaksa menerima risiko itu.
“Ngerti istrine (mengetahui istrinya, red) selingkuh pasti kecewa berat. Mau gimana lagi, aku ya salah,” katanya dengan nada menyesal.
Sumber : JPNN.com
