JAMBI – Lesunya pariwisata Provinsi Jambi akibat minimnya porsi anggaran APBD Provinsi Jambi, membuat pemerhati wisata dan lingkungan, Husni Thamrin gerah. Sebagai orang yang berkecimpung di pariwisata, Husni atau juga disapa O’ok itu menilai alasan ini hanya untuk menutupi ketidak mampuan dalam membangun pariwisata.
“Kalau kita orang pariwisata, kita pasti memahami dan mendalami. Orang pariwisata itu sifatnya menjual. Apa yang ada? Jual yang ada,” kata O’ok dengan nada sedikit tinggi menjawab media online ini.
Bilang pengiat lingkungan ini, membangun pariwisata tidak hanya pada anggaran. Sebab, anggaran hanya untuk sarana dan prasarana. Sementara pariwisata itu sendiri bisa dibangun tanpa harus mengeluarkan uang. Ia menyebutkan pada promosi pariwisata petualangan atau adventure.
“Kita cari potensi yang ada. Apa yang ada di Jambi? Apa yang ada di Merangin, Muaro Jambi dan Kerinci, kita gali. Kita promosikan aja dulu yang ada. Tidak ada modal? Kita buat even sesuai potensi yang ada. Arung jeram misalnya. Apa perlu biaya disini?,” beber Husni
“Bagaimana dia berbicara pariwisata, tapi kalau tidak tau pariwisata? Datang ke daerah. Cari potensi yang ada. Bangun dan rancang untuk promosi yang ada,” sambungnya.
Lebih lanjut disampaikan Husni, mindset dalam membangun pariwisata perlu dirubah. Pariwisata, sambungnya, butuh orang yang memahami dan mengetahui tidak hanya teori, tetapi juga pada prakteknya. Ia juga menyarankan untuk membangun kerja sama dengan pihak terkait seperti agen travel dan pengiat lingkungan.
“Ini harus berubah. Orang yang tau teori dan praktek, harus diajak. Bukan cuma tau bahasa Inggris tapi tidak mengenal budaya dan potensi daerah. Bagaimana caranya mendatangkan orang sedikit mungkin, tapi bisa mendatangkan banyak orang. Bagaimana biaya untuk 1 orang, tapi mendatangkan 10 orang. Anda dikasih 1 perahu, bagaimana anda bisa menjadikan perahu itu menjadi 2 dari 1 perahu tadi. Bukan malah berkurang, atau menambah anggaran. Kalau bicara dana, siapa yang tidak bisa? Jambi itu harus dikemas seperti itu,” bebernya.
Lebih jauh disampaikan pria tambun ini, suatu daerah memiliki banyak potensi. Ia mencontohkan pada Kabupaten Merangin yang tak lain sebagai salah satu destinasi pariwisata Jambi. Disini, banyak terdapat potensi wisata yang belum tergarap.
“Kita berbicara Merangin. Apa yang dia tau tentang Merangin? Hanya Geopark? Tau tidak potensi yang ada? Bisa kita buat arum jeram. Biaya apa? Itu petualangan. Adventure. Banyak petualang yang memiliki duit untuk itu. Namanya itu orang hobi, pasti mau ngeluarkan duit. Itu yang tidak dia pahami.” pungkasnya
Sebelumnya, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jambi, Edi Erizon menyebutkan minimnya anggaran APBD untuk pariwisata menjadi salah satu penyebab lesunya dunia wisata. Pengembangan pariwisata belum dapat diharapkan dengan anggaran Rp 13 Milyar.
