MERANGIN – Pelajar yang menuntut ilmu berhak mendapatkan tempat belajar yang layak. Agar proses belajar mengajar di sekolah terasa nyaman. Namun hal tersebut belum dirasakan sepenuhnya oleh sebagian siswa-siswi di SDN No 216 Jelatang II. Pasalnya, mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar ditempat yang belum layak. Hal ini karena, sekolah dasar Negeri yang berdiri dari puluhan tahun lalu tersebut kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Merangin.
Pantauan di lapangan pada Rabu (5/12) ke SDN 216 Jelatang II, terlihat tiga kelas yang tidak layak huni. Ketiga kelas tersebut beratapkan seng yang sudah bocor. Ketiga kelas tersebut juga dindingnya tampak berlubang dibeberapa sisinya. Bahkan salah satu kelas tidak memiliki pintu, sehingga angin dari luar bebas masuk kedalam kelas. Yang membuat para murid merasa kurang nyaman belajar dalam kondisi cuaca hujan saat ini.
Belum lagi hewan-hewan ternak warga, baik itu ayam, bebek, bahkan kambing dan sapi sering kali masuk saat malam kedalam kelas yang tidak terkunci tersebut. Membuat ruangan belajar tersebut berbau, meski sudah dibersihkan. Kepada dinamika jambi.com, Samsir selaku komite SD 216 Jelatang II membenarkan hal tersebut. Diungkapkan Samsir, kondisi seperti itu sudah berlangsung bertahun tahun. “Kondisi memang sudah lama seperti ini, pihak sekolah sudah sering meminta bantuan perbaikan tapi memang belum ada,” ujar Samsir.
Akibat kondisi sekolah yang kurang layak, Samsir mengatakan banyak orang tua murid yang menyekolahkan anaknya ke luar Jelatang. Padahal, Jelatang II memiliki banyak penduduk. “Berapa lamanya tidak ingat, yang jelas sudah bertahun keadaan sekolah ini rusak. Salah satu kelas ada yang tidak berpintu. Selain itu sekolah ini tidak memiliki pagar. Penduduk di Jelatang II ini banyak. Tapi anak nya banyak sekolah diluar, karena bangunan nya tidak layak pakai,” ungkap Samsir.
Samsir sendiri berharap, Bupati Merangin atau kepada Kepala Dinas Pendidikan agar melihat langsung keadaan SD 216 Jelatang II ini. “Cobalah dulu di cek, biar bisa dirasakan sekitarnya layak atau tidak kelas kelas kami ini dipakai anak anak untuk belajar menimbah ilmu,” harap Samsir. (tr05)
