JAMBI – Berbagai pandangan terkait statemen Gubernur Jambi, Zumi Zola akan oknum Tim Sukses mengancam SKPD terus bermunculan ke publik. Salah satunya terkait tudingan akan tim pemenangan yang meminta balasan, alias pamrih.
Terkait hal ini, Tajri Dannur angkat bicara. Aktifis AMTI DPD Jambi ini cukup keras menantang tudingan balas jasa itu. Aktifis yang dikenal dengan aksi solonya untuk mengkritisi kebijakan pemerintah ini bilang, wajar saja bila orang-orang yang berjasa mengantarkan pasangan ZZ-FU di Pilgub 2015 silam, termasuk dirinya.
“Bohong kalau orang bekerja sekarang ini tanpa pamrih. Orang bekerja tanpa pamrih, itu mustahil,” kecam Tajri menjawab awak media.
Kata Tajri, atau juga disapa Memet ini, wajar saja bila pendukung Jambi Tuntas meminta perubahan. Lewat perjuangan bersama, sambung Memet, ZZ-FU mendapatkan amanah memimpin Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
“Kita ini bukan memilih Nabi. Ini Pemilihan Pemimpin, bukan Nabi,” tegas Memet
Namun demikian, Memet mewanti-wanti pihak-pihak yang ingin membenturkan Timses dengan Gubernur. Sekalipun upaya itu dilakukan orang dalam Timses, Tajri akan membukanya ke publik.
“Siapa saja yang mengatasnamakan Gubernur, akan saya bawa ke Gubernur.” pungkasnya.
Sebelumnya, Memet mengancam untuk Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah instansi pemerintah. Memet ingin mengetahui kebenaran ancaman dan yang mengatasnamakan Gubernur. Tak tanggung-tanggung, Ia sudah menargetkan SKPD mana saja yang menjadi tempat Sidaknya.
“Hari Senin (9/5) nanti saya akan Sidak. Saya ingin temui Kepala Dinas (Kadis) maupun Kepala Bidang (Kabid). Siapo nian orang yang meminta itu. Siapo yang bawa nama rajo Jambi itu? Akan saya bawa ke Gubernur, siapa saja yang meminta paket itu,” ancam Memet seraya menutup pembicaraan.
