JAMBI – Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra (SAH) angkat bicara soal beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Pimpinan Komisi X DPR RI mengaku tidak pernah mengatakan bahwa itu dari partainya, Gerindra.
Sebelumnya, SAH berikut 4 Caleg Gerindra lainnya dilaporkan ke Bawaslu lantaran menyalurkan beasiswa PIP diduga untuk meraup suara. Pasalnya, 5 Caleg ini mengunakan logo Gerindra dan mengunakan materai untuk kesepakatan tertentu yang ditemukan di 2 kecamatan.
“Tidak pernah saya katakan dari saya atau dari Gerindra. Itu Program Pemerintah, betul itu tidak salah saya katakan itu didepan orang tua murid. Ini beasiswa bersumber dari APBN, dari Negara yang saya perjuangkan untuk bisa dapat banyak ke Jambi,” ujar SAH, dihadapan sejumlah wartawan, Sabtu (5/1) siang.
Rekaman pernyataan SAH yang dilansir akun Instagram Politik_7ambi, juga menjawab soal bukti-bukti formulir berlogo Gerindra dan bukti lainnya. SAH mengatakan dirinya tidak tahu hal itu. Bahkan dirinya sudah memanggil semua Caleg tersebut untuk meminta penjelasan.
“Tidak ada itu, tidak pernah saya suruh seperti itu. Makanya saya sudah panggil mereka, untuk meminta keterangan saja bukan memarahi atau apa. Itu saya lihat ada selembaran, pakai tanda tangan siapa itu Sakirin Pohan, untuk datang ke rumahnya saya bahkan tidak kenal itu dia. Kok hebat betul minta datang kerumahnya, saya yang perjuangkan saja tidak bisa seperti itu,” bebernya.
Ada mekanisme, ada SK dari Kepala Sekolahnya untuk dapat surat keterangan memang tidak mampu.
“Bukan sembarangan itu mekanisme, begitu masuk nama si anak, uangnya langsung masuk rekening mereka. Bukan masuk ke Gerindra, terus Gerindra bagi bagi, itu tidak ada seperti itu,” tegas SAH. (Erw)
