Dihadang Saihu, Penertiban Pasar Ditunda

SAROLANGUN – Penertiban pedagang yang berada di depan Gedung Pasar Singkut, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sabtu (03/02) batal digelar.

Penertiban ditunda, lantaran sempat terjadi aksi protes dari para ibu yang berjualan disana, serta kedatangan Ketua DPRD Sarolangun.

Bahkan ibu ibu tersebut mengancam akan melepaskan pakaiannya di depan petugas jika bersikeras untuk membongkar tempat jualannya.

Belum sempat mengangkat tempat jualan, tiba tiba datang mobil Fortuner warna putih dengan Plat merah BH 3 SZ berhenti dikerumunan petugas dan menyetop penertiban tersebut.

Adalah Saihu, Ketua DPRD Sarolangun, kehadiran Saihu sempat diamankan oleh petugas kepolisian yang memback Up penertiban pasar tersebut.

Tak berselang lama, Saihu dan petugas keamanan serta Satpol PP langsung menuju Kantor Pospol yang tidak jauh dari lokasi penertiban pasar.

Dalam Pospol tersebut, terjadilah musyawarah kecil. Saihu menanyakan perintah dalam penertiban pasar kepada petugas dalam hal ini, Satpol PP.

Satu persatu pertanyaan dilontarkan oleh Saihu seraya mengatakan tidak ada surat pemberitahuan kepada pihak Legislatif dalam menertibkan pasar.

“Tidak ada surat pemberitahuan kepada kami, jadi kami selaku wakil rakyat ini dianggap apa, jangan begitulah. Pemerintah itu bukan Eksekutif saja, dalam undang undang nomor 23 itu sudah jelas pemerintah ini adalah eksekutif dan legislatif,” mata Saihu

Namun dengan tenang, Deshendri menjelaskan kepada Saihu. Tidak terima penjelasan Dari Deshendri, akhirnya Deshendri menghubungi atasannya untuk meminta petunjuk.

Tak lama kemudian timbullah kesepakatan penerbitan ditunda sebelum adanya musyawarah antara eksekutif dan legislatif yang akan dilakukan senin mendatang.

Kasat Polisi Pamong Praja Deshendri mengatakan Memang rencana hari ini Sabtu (3/02) akan melakukan penertiban, namun tidak semua rencana itu berjalan sesuai dengan keinginan.

“Tadi pada saat menuju lokasi pasar yang mau ditertibkan, dan sebelumnya kami bersama Polri dan TNI yang memback Up kegiatan kami ini di TKP, ternyata ada pejabat yaitu ketua DPR datang ke kita unsur keamanan untuk mengajak terlebih dahulu musyawarah jadi kami hargai itu, dan hasil daripada kesepakatan it juga sudah meminta petunjuk kepada pak bupati bahwa ditunda sampai senin atau selasa,” ungkap Deshendri

Agar tidak terjadi gejolak ditengah masyarakat terutama para pedagang, Deshendri bersama Dinas Instansi terkait menyepakati akan melakukan musyawarah yang nantinya akan di fasilitasi oleh Dewan.

“Dihari itu nanti akan dilakukan musyawarah secara terpadu yang nantinya akan di fasilitasi oleh DPR, tentu itu kita ikuti karena merupakan saran yang bagus untuk ketenangan masyarakat yang berjualan,” jelasnya

Dalam penertiban Pasar, Satpol PP meminta kepada pihak Polri untuk mendampingi, agar tidak terjadi kerusuhan yang merugikan pihak banyak, maka dari itu Waka Polres Sarolangun Kompol Atrizal mengatakan personil yang dikerahkan tidak terlibat dalam penertiban, hanya saja sifatnya memback-up jika akan terjadi kerusuhan.

“Kami dari Polres Sarolangun dan Polsek Singkut berjumlah 60 personil untuk memback up Satpol PP dalam menertibkan pedagang ini, dan anggota saya perintahkan jangan pernah menyentuh barang dagangan apalagi sampai mengangkat barang pedagan, karna kami hanya memback Up dari sisi kiri dan kanan jika ada serangan,” tegas Wakapolres (Ajk)