MERANGIN – Heboh belasan alat berat memasuki Jangkat pada pertengahan 2025, memicu demo berjilid-jilid mahasiswa Merangin. Namun bak petir di siang bolong, Polres Merangin malah lepas alat berat diduga peti
Hal ini terungkap pada Selasa (9/12/2025) 2 unit alat berat dilaporkan dibawa dari Polsek Jangkat. Sekitar pukul 20.30 Wib, alat itu dibawa trado berikut sebuah mobil bernomor polisi Sumatera Utara mengawalnya.
“Kacau ni penegakkan hukum, kok bisa alat berat itu dibawa dari Polsek? Apa karena sudah selesai?,” Kecam warga.
Kekecewaan berat jelas terungkap, lantaran demo berjilid-jilid mahasiswa PMII itu menyoroti 12 unit alat berat yang masuk ke wilayah ‘perawan’ Jangkat, hanya tertangkap 2 unit.
Operasi yang dipimpin Kasat Reskrim, Mulyono itu pun jadi tertawaan publik lantaran dalam waktu bersamaan, penambangan emas memasuki kawasan Nalo.
Baca Juga : Buntut Demo PMII, Terungkap 5 Alat Berat di Jangkat Untuk Tambang
Baca Juga : Terungkap, JPU Sampai 2 Kali Minta Perkembangan Penyidikan Kasus 2 Alat Berat di Jangkat
Entah mengikuti ‘hilangnya’ alat berat di Nalo yang kemudian muncul, alat berat di Polsek Jangkat itu pun jelas memicu kemarahan publik.
“Kenapa harus diangkut malam hari? Tolong kawal ini,” kecam warga.
Sementara Kapolsek Jangkat, IPTU Bakri mengatakan alat itu dibawa pemiliknya. Namun Bakri minta, agar penjelasan lebih lanjut ke Polres Merangin.
“Silahkan ke Polres bang. Itu yang pegang Reskrim,” katanya.
Baca Juga : Heboh Jangkat, Eh Diam-diam Alat Berat Masuk Kawasan Konservasi Nalo
Disinggung kenapa malam hari dilepas, sementara trado dan hilux diduga yang bakal menjemput alat berat itu sudah berada dari pagi, kapolsek lagi-lagi enggak berkomentar banyak.
“Kalau itu, malah dari kemaren (Senin 8/12) sudah datang kesini bang,” katanya.
Publik kini menunggu sikap tegas Polres Merangin terkait dilepasnya alat berat yang menjadi sorotan utama aksi demonstrasi mahasiswa selama beberapa bulan lalu. Bencana besar Sumatera saat ini, menjadi kekhawatiran besar dengan pelepasan alat yang didapat dari kawasan hutan itu
