MERANGIN – Puluhan mahasiswa dari PMII Cabang Merangin geruduk Polres Merangin, Rabu (18/6/2025) buntut pawai 12 alat berat. Menariknya, terungkap 5 alat berat di Jangkat untuk tambang.
Hal ini terungkap, saat mahasiswa mendesak Polres Merangin terkait masuknya alat berat ke wilayah Jangkat pekan ini. Tak bertemu kapolres, pertemuan yang dihadiri Wakapolres Merangin di halaman Polres Merangin itu diungkapkan keterangan baru.
Kasat Reskrim Polres Merangin, Iptu Mulyono yang menghubungi kapolsek dihadapan mahasiswa, terungkap hanya 2 alat berat yang melintas jalan umum. Diduga sisanya, melintas jalur lain.
Mahasiswa yang mendesak Surat Izin Operasional (SIO) alat berat tak terjawab, namun disebutkan kapolsek, diduga 5 alat berat untuk tambang ilegal, atau kerap disebut PETI.
“5 Alat Berat untuk penambangan liar,” ungkap kapolsek dari handphone.
Hal ini lantas membuat mahasiswa bersorak. Mereka makin menjadi, menumpahkan kalimat-kalimat kritis untuk polisi.
“Polisi takut, polisi takut,” orasi mahasiswa ditengah-tengah audiensi hingga keluar halaman Mapolres Merangin.
Bilang Kasat Reskrim usai mahasiswa membubarkan diri, dari 12 alat berat, hanya 2 yang diketahui 3 markas polisi yang berada di Dapil IV itu yakni Polsek Jangkat, Masurai dan Siau.
“Berdasarkan keterangan 3 kapolsek, hanya 2 yang melintas. Artinya ada 10, apakah melintasnya melalui jalan nasional atau melalui bukit-bukit,” katanya.
Disinggung soal 5 alat berat untuk tambang ilegal yang terungkap itu, Kasat mengaku akan turun langsung ke lokasi.
“Berdasarkan keterangan kapolsek, ada 5 alat berat di kota Tapus,” katanya.
Mulyono mengaku, tidak ada intervensi seperti yang berkembang dipublik terkait lolosnya 12 alat berat ke wilayah Jangkat sekitarnya.
Namun demikian, Mulyono menyebut pihaknya membutuhkan dukungan masyarakat untuk memberantas tambang ilegal.
Sementara mahasiswa sendiri, akan kembali turun beraksi besok, Kamis (19/6/2025) dengan jumlah yang lebih besar.
Mahasiswa menduga, ada keterlibatan oknum terkait masuknya alat berat itu.
“Hari ini kami turun ke Polres Merangin menanyakan apakah Kapolres Merangin mengetahui alat ini digunakan untuk apa? Surat SIOnya untuk apa digunakan. Ternyata kami kecewa, sangat kecewa tidak ada penjelasan,” bilang
“Makanya kami kuat dugaannya bahwa dalam operasi ini, Kapolres Merangin kuat dugaan bermain dalam alat berat ini,” tambahnya.
Karena itu, PMII akan mengawal masalah ini untuk dibuka ke publik sampai alat berat ditarik.
“Kami akan berkolaborasi dengan masyarakat setempat,” katanya.
