JAMBI – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli, S.TP,MA mengemukakan, subsektor perkebunan bagian dari program prioritas pembangunan pertanian dalam arti luas memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan transformasi ekonomi di Provinsi Jambi. Demikian disampaikan Zola saat menghadiri Hari Perkebunan ke-60 Tingkat Provinsi Jambi, bertempat di Talang Bukit Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/12/2017).
“Jadikan Perkebunan Sebagai Sumber Kemakmuran dan Perekat Bangsa untuk Mewujudkan Jambi TUNTAS 2021,” kata Zola.
Zola menyampaikan, Hari Perkebunan merupakan hari yang sangat bersejarah bagi insan perkebunan, ” Saya berharap kepada insan perkebunan, Hari Perkebunan tidak dijadikan sebagai seremonial belaka, melainkan harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan insan perkebunan,” harap Zola.
Menurut Zola, subsektor perkebunan sesuai visi Jambi TUNTAS 2021 merupakan penyedia lahan pertanian dan perkebunan yang mendukung industri hilir (hilirisasi) dalam meningkatkan daya saing daerah. “Utamanya berfungsi untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan dan pengembangan energi terbarukan serta pengembangan wilayah dengan membuka lapangan pekerjaan baru,” ucapnya.
“Perkebunan menjadi unggulan di Provinsi Jambi sebagai kegiatan yang memiliki nilai tambah mewujudkan transformasi ekonomi serta lapangan kerja. Komoditi unggulan tersebut diantaranya karet, kelapa sawit, kopi, casiavera dan pinang. Selain itu, kita juga memiliki komoditi yang sangat prospektif untuk dikembangkan yaitu tebu, tembakau, kakau, dan nilam. Kita termasuk nomor 5 provinsi penghasil karet dan kelapa sawit terbesar se Indonesia,” sambung Zola.
Zola mengatakan, Pemrov Jambi telah meluncurkan program pro rakyat seperti pengembangan/peremajaan karet, peremajaan kelapa sawit, pengembangan kopi rakyat, memfasilitasi bibit kelapa sawit bersubsidi, peningkatan mutu hasil perkebunan dan kegiatan lainya.
Selain itu, Zola mengimbau seluruh pengusaha perkebunan agar dapat membangun kemitraan bersama masyarakat perkebunan, sehingga tercipta kerjasama yang saling menguntungkan. “Dengan terbangunnya sentra-sentra produksi baru, maka secara otomatis akan terbangun industri hilir yang baru supaya dapat nilai tambah bagi para petani serta dapat mengurangi angka pengangguran di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumya, Direktur Jenderal Perlindungan Perkebunan, Drs.Budi Gunadi, M.Si menyampaikan perkebunan banyak memberikan andil besar atas kemakmuran rakyat, juga bersyukur pada tahun 2016 dan 2017 tidak terjadi kabut asap seperti tahun sebelumnya. “Selain itu, kita sangat bersyukur bahwa bagian perkebunan tercatat memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perekonomian nasional,” ungkap Budi Gunadi.
“Kita harus berbangga bahwa perkebunan bisa memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat pelaku perkebunan dan bisa membawa hasil yang mencukupi,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS) menyampaikan, Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu daerah perkebunan di Indonesia. Memiliki luas wilayah 5.246 Km dengan jumlah penduduk 410.337 jiwa, tingkat kepadatan penduduk 77,95 jiwa/Km dengan jumlah kecamatan sebanyak 11 Kecamatan dan 151 desa 5 Kelurahan, dan Muaro Jambi memiliki luas kawasan hutan dan perkebunan pada tahun 2017 mencapai 532.167,47 hektar.
BBS menyatakan, subsektor pertanian merupakan andalan bagi perkembangan perekonomian di Kabupaten Muaro Jambi, dengan pertumbuhan ekonomi Muaro Jambi 5 tahun terakhir sebesar 5 persen.
“Terdapat kurang lebih 53.000 KK petani yang mengusahakan komoditi perkebunan dengan luas 200.000 hektar. Ini dibuktikan dengan tingginya angka kontribusi pertanian terhadap PDRB Muaro Jambi sekitar 46 persen, dan kontribusi subsektor perkebunan terhadap PDRB Kabupaten sekitar 24 persen selama 5 tahun terakhir. Pertanian tanaman pangan dan Hortikultura sebesar 20 persen dan perternakan sebesar 2 persen,” tutur BBS.
