JAMBI – Update Data COVID-19 Tanjabbar dan Provinsi Jambi, hari ini Minggu (05/04/2020) beda, Jubir Pemerintah Provinsi Jambi, Johansyah angkat bicara.
Bagaimana tidak, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Tanjabbar, pukul 16.00 hari ini, menyebut ODP di daerah itu meningkat, dengan jumlah 17 orang.
Baca juga : Jumlah ODP Di Tanjabbar Meningkat
Sedangkan data terbaru yang dikeluarkan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, pukul 17.00 wib hari ini berbeda.
Dimana di Kabupaten Tanjabbar, jumlah ODP nya sebanyak 1 orang.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Juru bicara Tim Gugus penanganan COVID-19 Tanjabbar, Taharrudin membenarkan adanya penambahan jumlah OPD tersebut.
Ia juga menyebut dengan bertambahnya ODP sebanyak 1 orang ini, maka jumlah ODP di Tanjabbar mengalami peningkatan.
“Meningkat menjadi 17 ODP, sedangkan jumlah PDP 0.” Ungkapnya.
Tak ayal, hal ini pun menjadi pertanyaan bagi masyarakat di Provinsi Jambi.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan bahwa, dari data yang diperoleh tim, jumlah ODP di Tanjabbar hari ini I orang.
Lihat juga video : Viral Wanita Muda Tergeletak di Jalan
Ia juga menjelaskan, bahwa hal itu juga sudah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) P2P Provinsi Jambi, dengan pihak P2P Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Tadi Kabid P2P Provinsi Jambi, ibu Eva sudah konfirmasi ke Kabid P2P Kabupaten Tanjabbar. Katanya sudah selesai pemantaua, jadi tinggal 1,” beber Johansyah melalui selulernya, Minggu (05/04/2020).
Dirinya berharap, kepada Sekretaris Daerah di Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, agar dapat menegur bawahannya, jika ada kesalahan mengirimkan data ke Provinsi.
Menurutnya, Data yang di update Tim Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, adalah berdasarkan yang diperoleh dari Kabupaten/Kota.
“Saya WA pada pak sekda Tanjabbar. Selama ini kita Provinsi, hanya merekap laporan dari Kab/kota melalui Dinkes (Kabid P2P Kab/kota, Dinkes ke kabid P2P, Dinkes Provinsi Jambi). Selama ini benar, jika ada data yang salah dikirim ke provinsi, diharapkan sekda menegur bawahannya,” paparnya. (Nrs)
