Catut Rumah Sakit Erni Medika, Pemalsu Surat Rapid Berujung di Polda

BERITA JAMBI – Nyaris tak terpantau media, pemalsu surat rapid test di Jambi berujung ke ranah hukum, Polda Jambi. Hebohnya lagi, dalang pencatutan Rumah Sakit Erni Medika ternyata mantan karyawan.

Sebagaimana beredar informasi, dugaan pencatutan Surat Rapid Antigen yang mengatasnamakan RS Erni Medika Jambi, merebak di masyarakat.

Merasa dirugikan sekaligus lantaran memuat pencemaran nama baik, manajemen memilih membawanya ke jalur hukum.

Seperti penuturan Joni, perwakilan dari Rumah Sakit Erni Medika Jambi, saat menjawab Dinamikajambi.com, Kamis (20/05/2021).

Joni yang tak lain suami dari owner RS Erni Medika itu menjelaskan, pada Selasa (11/05/2021) lalu pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, yang mendatangi rumah sakitnya.

Ceritanya, kedatangan masyarakat tersebut untuk meminta penambahan Surat Rapid Antigen. Sebelumnya masyarakat itu telah menerima 6 lembar Surat Rapid Antigen, yang mengatasnamakan RS Erni Medika yang beralamat di jalan Berlin No.21, Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatab, Kota Jambi itu.

Akan tetapi, guna kebutuhan berangkat ke Jakarta, masyarakat tersebut masih membutuhkan 1 lembar lagi Surat Rapid.

Baca Juga : Tak Bawa Surat Rapid Atau Swab, Jangan Harap Warga Jambi Bisa Mudik Sebelum 6 Mei

Padahal, beber Joni, setelah penelusuran pihaknya (RS Erni Medika) tidak pernah mengeluarkan Surat Rapid Antigen sebanyak 6 lembar tersebut.

“Yang di palsukan ini Surat Rapid Antigen, keperluannya untuk membawa keluarga dan jenazah ke Jakarta. Ternyata, setelah kami selidiki, kami tidak pernah mengeluarkan surat Rapid pada yang berangkat ke Jakarta itu, ” ungkapnya.

Terbongkar Usai 1 Orang Tertahan di Pelabuhan

Selanjutnya, Joni juga menambahkan, pencatutan Surat Rapid yang mengatasnamakan rumah sakitnya tersebut berbuntut 1 orang warga Jambi tertahan di RS Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Lantas, warga Jambi tersebut melalui keluarganya mendatangi RS Erni Medika, untuk meminta 1 Surat Rapid susulan berbentuk Surat Elektronik atau PDF.

Padahal, mengacu kepada aturan yang berlaku, selama ini RS Erni Medika dalam mengeluarkan Surat Keterangan Rapid, haruslah yang bersangkutan melalui proses Medis yakni Swab Antigen.

“Kalau Swab dengan kita baru bisa surat di keluarkan. Kan, kita punya data semua siapa yang tes dengan kita. Pada dasarnya, kemarin tidak tes setelah di cek data kita. Nah, mungkin itu apesnya tertahan di Bakauheni,” tambahnya.

Proses Hukum

Terakhir, setelah penelusuran Joni juga membeberkan, oknum tersebut adalah mantan Karyawan RS Erni Medika.

Pun, hal ini senada dengan penuturan Humas RS Erni Medika, Bujang Suryadi. Yang mana, pihaknya telah melapor kepada Polda Jambi soal pemalsuan tersebut. Pemalsu surat rapid itu berujung hukum.

“Tetap dalam jalur hukum, karena Rumah Sakit juga tidak mau mengambil resiko. Apalagi Covid-19 ini hal yang serius, dan juga ini pencemaran nama baik.” tutupnya.

Hingga berita ini tayang, Dinamikajambi.com telah mengkonfirmasi pada pihak Polda Jambi. Namun belum mendapat jawaban.

(Tr01)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube