JAMBI – Nanda Elisa, bocah yang masih berumur 11 tahun butuh uluran tangan. Pasalnya, sejak lahir Nanda Elisa mengalami cacat fisik permanen yang menyebabkan ia tidak dapat duduk dan berjalan seperti bocah pada umumnya.
Setiap harinya, putri ketiga dari pasangan Suhaimi (Ayah) dan Anisa (Ibu) warga Desa Teluk Ketapang Rt 03, Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari ini, dihabiskan di atas tempat tidur.
Menurut kakak kandungnya, Winda Angraini, adiknya juga sering menangis saat merasakan sakit dibagian perutnya. Selain itu, pertumbuhannya juga terganggu.
“Nanda ini sering ngeluh sakit perut, dia kalau sudah mulai sakit pasti nangis, terus pertumbuhannya juga kurang. Saya kepengen dia bisa ngomong cerdas aja sudah alhamdulillah. Kalau untuk duduk sama jalan itu mungkin karena dokter pernah memvonisnya, bentuk kakinya saja kita sudah tahu, kakinya juga panjang sebelah,” ungkap Winda saat dihubungi melalui seluler, Minggu (12/08/18).
Dikatakannya juga bahwa hingga saat ini adiknya belum mendapatkan perawatan khusus, karena terkendala oleh desakan ekonomi. Apalagi mengingat orang tuanya hanya seorang petani karet.
Selain itu, Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten, belum memberikan perhatian khusus terhadap penyakit yang diderita adiknya. “Dari pihak desa pun gak ada respon, padahal semua di desa ini tahu dengan penyakit yang diderita Nanda,” terangnya.
Karena merasa kasihan dengan penderitaan yang diderita adiknya, Winda berharap kepada semua pihak untuk dapat memberikan uluran tangan untuk biaya pengobatan adiknya.
“Saya kasihan melihatnya sering nangis sendiri, anak yang baru 11 tahun sudah banyak beban dan penderitaannya. Pemerintahan belum ada satupun yang melihat bagaimana keadaan Nanda,” pungkasnya. (NRS)
