BERITA BISNIS – Usai lama menghilang dari pasar, ponsel Blackberry kabarnya akan muncul lagi di pasaran Asia. Kabarnya, dengan menggunakan jaringan 5G yang akan di rilis pada Mei 2021 mendatang. Ada yang rindu handphone ini?
Tentunya, kabar Blackberry akan muncul di pasaran ini, merupakan informasi menarik bagi pecinta ponsel yang pernah boming dengan aplikasi BBM nya itu.
Baca juga : Larangan Mudik Lebaran 2021, di Jambi Yang Bandel Disuruh Putar Balik
Betapa tidak, di era BBM masyarakat di Indonesia sendiri begitu terhibur, yang tidak di miliki dari ponsel lain. Namun, belakangan handphone ini tiba-tiba menghilang, dan menjual aplikasi nya pada android.
Nah, Kebangkitan ponsel baru Blackberry ini tampak semakin di depan mata, di mana kabarnya muncul lagi di pasaran. Perangkat itu, di kabarkan akan menyasar pasar Flagship dan mendukung jaringan 5G.
Selain itu, di kabarkan juga jika ponsel itu akan hadir pada Mei mendatang. Hal ini di ungkapkan oleh CEO Onward Mobility, Peter Franklin yang merujuk akan ada produk baru di rilis bulan depan.
Sejak tahun lalu Onward Mobility sebagai pemilik brand Blackberry, memang sudah mengumumkan akan menghadirkan ponsel baru. Saat itu perusahaan menyebutkan, peluncuran pada paruh pertama 2021.
Ponsel akan hadir pertama kali, di pasar Amerika Utara dan Eropa. Menyusul beberapa waktu kemudian akan di jual untuk pasar Asia, di kutip Tech Radar, Sabtu (17/4/2021).
Harganya Belum Di Umumkan
Namun, Peter masih belum mengumumkan harga ponsel Blackberry nantinya. Namun dia mengatakan, produknya akan jadi perangkat flagship global.
Sebagai informasi saja, ponsel flagship Blackberry terakhir, Key 2 di jual dengan harga US$649, atau sekitar Rp9,4 jutaan.
Ponsel akan mendukung jaringan 5G, serta berjalan di atas sistem operasi Android. Namun belum ada informasi, apakah akan menggunakan Android 11 nantinya.
Dari sisi kamera, Onward Mobility menjanjikan akan menghadirkan yang terbaik. Namun memang masih harus menunggu perilisan ponsel, untuk mengecek kebenaran klaim tersebut.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Selain itu, juga ponsel di buat dengan pedoman ketat memastikan integritas komponen, perangkat serta rantai pasokan.
“Lebih dari setengah populasi global memiliki smartphonenya sendiri, jadi pasarnya sangat besar. Apa yang hilang, bagaimanapun adalah smartphone yang aman dan berpusat, untuk produktivitas agar memenuhi kebutuhan pengguna perusahaan. Pemerintah dan konsumen, yang menyadari soal keamanan. Itu gap yang ingin kami isi,” jelas Peters.
Sumber : CNBC Indonesia.com
