BERITA JAMBI – Masalah stunting pada anak tak dapat di anggap remeh. Hal ini, di karenakan kasus anak stuning di Indonesia masih banyak. Tak terkecuali di Provinsi Jambi. Untuk dapat mencegahnya, sebagai orang tua harus memahami ciri-ciri anak yang terkena stunting.
Melansir dari Dinamikajambi.com (27/10/2020), di ketahui, angka stunting di Provinsi Jambi sendiri masih terbilang tinggi. Untuk rata-rata kabupaten, yang tinggi angka stunting-nya di antaranya Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar 44 persen dan Kabupaten Kerinci sebesar 42,4 persen.
Sedangkan yang rendah adalah Kabupaten Sarolangun sebesar 18,8 persen.
Sementara itu, menyadur dari suara.com (14/01/2021), Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak-anak yang terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi, atau tidak optimalnya penyerapan nutrisi yang masuk.
Baca Juga : Kasus Stunting Di Provinsi Jambi 2020 Masih Tinggi, Sarolangun Terbaik
Seperti di ketahui, masa tumbuh kembang anak-anak memerlukan asupan nutrisi yang cukup besar. Di barengi dengan stimulus yang intens. Ketika satu dari dua hal ini tidak di dapatkan anak, maka risiko stunting akan meningkat.
Untuk membantu para orang tua mengenali ciri-ciri anak stunting, mari lihat poin-poin di bawah ini :
-
Tubuhnya Lebih Pendek dari Teman Sebaya
Kurangnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh si Kecil akan mengganggu tumbuh kembang tulang dan ototnya. Ciri-ciri anak stunting yang pertama adalah tubuhnya lebih pendek dari teman-teman sebaya. Karena tulangnya tidak dapat tumbuh optimal.
Meski demikian, perbedaan tinggi badan akibat stunting ini cenderung akan mencolok. Jika masih dalam postur tubuh rata-rata, mungkin anak tidak mengalami stunting dan di pengaruhi faktor genetik atau yang lainnya.
-
Daya Tahan Tubuh Kurang Baik
Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak juga di gunakan untuk membangun daya tahan tubuh. Ketika asupan nutrisi tidak mencukupi kebutuhannya, maka daya tahan tubuh anak juga akan menjadi lemah.
Lihat Juga : Seorang Pria di Jambi Ditemukan Tewas Tanpa Busana? Ini Kata Polisi
Ini yang menyebabkan anak mudah terserang penyakit, yang akan memperparah gangguan tumbuh kembangnya. Ketika anak cenderung mudah terkena penyakit, bahkan penyakit ringan sekalipun, Anda bisa menduga jika anak mengalami stunting.
-
Perkembangan Kognitif Terganggu
Perkembangan faktor kognitif pada anak-anak juga sangat tergantung dengan asupan nutrisi setiap hari. Ciri-ciri anak stunting yang selanjutnya adalah kemampuan kognitif anak tidak dapat berkembang optimal, dan bisa membuatnya kurang dapat menyerap rangsangan dengan baik.
Akibatnya anak akan menjadi kurang cerdas, dan tidak dapat memenuhi milestone tumbuh kembangnya.
-
Postur Kurang Ideal, Ciri-Ciri Anak Stunting Paling Terlihat
Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki postur tubuh yang tidak ideal. Misalnya, seperti yang di sebutkan pada poin pertama tadi, anak cenderung pendek.
Pada kasus lain stunting juga dapat menyebabkan anak menjadi terlalu gemuk, karena adanya gangguan sistem endokrin tubuh sehingga metabolismenya tidak berjalan dengan normal.
Lihat Lainnya : Hanya Karena Rupiah, Suami Rela Istrinya Digenjot 2 Hingga 3 Pria Sekaligus
Stunting pada anak bisa di cegah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak sejak usia dini. Hingga ia melewati masa emas tumbuh kembangnya.
Dengan memahami ciri-ciri stunting anak di atas, semoga bisa membantu Anda dalam menghindari resiko kondisi tersebut pada anak Anda.
