KEDIRI – Para korban casting sinetron “Sajadah Cinta” di Kota Kediri, Jawa Timur, tidak hanya merasa malu tetapi juga terpukul dengan bantuan yang menimpanya.
Sebab, tidak hanya kerugian finansial yang mencapai jutaan dolar yang harus mereka alami tetapi juga sorotan sosial yang harus mereka pertanggungjawabkan.
“Kami sangat terpukul,” ujar Nyonya Kris, salah seorang korban tewas, Senin (29/7/2019).
Bahkan, dia menambahkan, ada juga korban lain yang sampai pada kesempatan kuliahnya demi fokus memperjuangkan peluang bermain dalam sinetron itu.
Tergiur upah Rp 1,5 juta per episode
Para korban mulai semangat karena diiming-imingi jam tayang di televisi nasional, juga kehormatan yang cukup menggiurkan.
Mereka para calon artis yang telah dijanjikan menerima hadiah dalam kisaran Rp 1,5 juta per satu episode sinetron.
Dalam waktu satu minggu, rencananya akan ada tiga kali episode. Jika ada satu bulan, maka di benak mereka akan lumayan besar kehormatan yang diterima.
“Ternyata gagal total,” lanjut Nyonya Kris dengan nada geram.
Sebelumnya diberitakan, rilis orang di Kediri menjadi korban pengadilan casting sinetron “Sajadah Cinta”. Mereka dijanjikan sinetron itu akan tayang di stasiun televisi Trans7 dan ANTV.
Sumber : Kompas.com
