BERITA JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris beri warning pada Direktur Utama (Dirut) RSUD Raden Mattaher Jambi, soal insentif nakes yang hingga hari ini tak di bayar. Mantan Bupati Merangin ini beri waktu 3 hari dan ancam akan copot Dirut RSUD plat merah ini, jika nakes tak jalan.
Hal ini di sampaikan Al Haris, usai melakukan sidak ke RSUD Raden Mattaher Jambi pada Jum’at (13/08/2021).
Baca juga : Surat Edaran Gubernur Tuai Kritikan, Tokoh Pemuda Jambi Sarankan Ini
Sebelumnya, Gubernur Jambi mendapat kabar bahwa insentif nakes di rumah sakit milik pemerintah Provinsi Jambi itu tak di bayar. Buntut dari itu, sejumlah Nakes pun akan mogok kerja.
Betapa tidak, keterlambatan pembayaran insentif nakes ini, sudah berjalan selama 6 bulan. Sehingga, banyak nakes yang mengeluh, dan akan mogok kerja.
Itu artinya, jika nakes mogok kerja secara tidak langsung pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut, akan terhambat bahkan tidak jalan.
Mendengar hal itu, gubernur pun bergegas datang langsung ke RSUD Raden Mattaher Jambi dan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).
Gubernur Ngamuk
Dalam sidak tersebut, gubernur ngamuk kepada Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Ferry Kusnadi beserta stafnya. Ia sangat menyayangkan mengapa hal itu bisa terjadi, padahal cuma urusan tanda tangan berkas.
“Cuma tanda tangan, Teken begitu kok lama. Gak benar ini. Kalau nakes mogok, semua pasien COVID-19 siapa yang mengurusnya. Itu masalahnya,” tegas Haris pada sang Direktur saat sidak.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Untuk itu, Ia minta pada sang Direktur untuk segera mencairkan insentif tersebut. Haris tidak mau tau, jika senin tak juga di bayar, Ia ancam akan copot atau pecat Dirut RSUD.
“Saya tidak kasih ampun, pokoknya dalam dua hari ini harus cair. Tidak ada lagi alasan, Senin sudah cair semuanya. Kalau mogok heboh di nasional, kamu saya pecat kalau tidak jalan ini,” tukasnya. (Nrs)
