JAMBI – Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi mendatang, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum bisa menentukan sikap, mengingat saat ini mereka masih ingin melihat survei siapa kandidat terkuat.
Dikatakan Evi Suherman Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Jambi, bahwa untuk Pilgub ini, dari PPP hanya mendapat 3 kursi di dewan, jadi pihaknya masih menunggu koalisi terbanyak terlebih dahulu untuk menentukan pilihan tersebut.
Oleh karena itu, Politisi partai PPP itu belum bisa berkomentar banyak, mengingat saat ini pihaknya masih melihat survei terkait kandidat yang ingin terjun di Pilgub.
Selain itu, politisi asal Kabupaten Sarolangun itu juga menyampaikan, bahwa ia juga tidak ingin gegabah dalam menentukan kepada siapa dukungan PPP akan berlabuh.
“Kalau untuk Pilgub ini, kita tidak mau gegabah, karena kita yang duduk di dewan ini kan masih 5 tahun lagi, kita tidak mau nanti kandidat yang kita dukung kalah. Karena kita ini masih lama lagi berkomunikasi dengan dengan Gubernur,” kata Evi saat dijumpai awak media di ruang kerjanya, Senin (16/09/19).
Menurutnya, jika nanti kandidat yang didukung itu kalah di Pilgub, bukan hal yang tidak mungkin rasa keharmonisan antara fraksi dari PPP dengan gubernur, akan tidak memiliki kehangatan. Karena selain merasa tidak puas, juga bisa menjadi jarak tersendiri diantara keduanya.
“Jadi kalau nanti yang kita dukung itu menang, kita itu memiliki kepuasan tersendiri, Karena yang kita dukung menang. Selain itu komunikasi kita dengan gubernur pun lancar, dan aspirasa masyarakat dibawah pun juga gampang untuk disatukan.” paparnya.
Terlepas dari itu, saat ditanyai bagaimana komunikasi PPP kepada para kandidat yang digadang-gadangkan mencalonkan diri di Pilgub, Evi mengatakan lebih kerap ke Cek Endra dan Syarif Fasha.
Berita Terkait : 1000 Lubang Jalan Tembesi-Jambi, Evi Suherman : Pemerintah Jangan Sibuk OTT
“Kalau komunikasi secara politik belum, tapi kalau komunikasi pribadi sering. Seperti dengan Fasha hampir tiap hari kami komunikasi, lewat WhatsApp. Begitu juga dengan CE.” ujarnya.
Bagaimana dengan Fachrori ? Ketua DPW PPP Provinsi Jambi itu menyebut kurang komunikasi, karena Gubernur Jambi itu saat ini masih sibuk dan tidak banyak waktu luang.
“Kalau komunikasi dengan Fachrori kurang, karena beliau pun juga sibuk, jadwalnya padat.” pungkasnya.
(Nrs)
