Belum Launching, Produk Teh Kemasan Pertama Jambi Sudah Hebohkan Batam, Riau

BERITA BISNIS – PT Afresh Indonesia dikabarkan bakal launching produk teh kemasan pertama di Jambi. Sukses dengan produk Air Minum Dalam Kemasan, WIGO dan VIR, produk ini bakal menyusul kesuksesan.

Pabrik minuman kemasan di Kabupaten Muaro Jambi ini, sebelumnya sukses meraih piagam penghargaan dari Disnaker akhir tahun lalu.

Bisa jadi, lantaran itu PT Afresh Indonesia tambah semangat lalu melebarkan produk, Teh Kemasan.

Perusahaan milik Lois Supardy ini, bukan tanpa persiapan. Produk tentunya melewati proses terbaik.

Menariknya, perusahaan juga bakal resmikan gedung 2 pintu yang memakan waktu 1 tahun pembangunan itu.

Pada Dinamikajambi.com, Rozali General Manager PT Afresh Indonesia mengatakan, usai launching, teh tersebut ternyata telah memiliki pasar tersendiri. Belum lagi launching teh kemasan pertama di Jambi itu, pemesanan sudah pada bertanya.

“Bulan 7 launching, semua persiapan sudah oke. Mesin sudah kita datangkan, pabrik juga ready,” ungkapnya.

Hari Pertama 20.000 Dus

Selanjutnya, Rozali juga menambahkan sejauh ini pihaknya telah mempersiapkan segalanya. Tak terkecuali perizinan produk tersebut, yang mana saat ini berada pada tahap akhir atau sertifikasi.

“Sudah clear sebenarnya, sudah lama kita urus. Terakhir, ya hanya menunggu sertifikasi halal saja. Karena memang, bakal di cek kelapangan. Nah kalau lain sudah selesai,” tambahnya.

Selanjutnya setelah sertifikat itu dipegang, maka secepatnya gelar launching. Betapa tidak, Rozali mengatakan sejauh ini telah mempersiapkan pasar tersendiri. Hari pertama bakal produksi sebanyak 20.000 Dus Haustea.

“Kalau soal pemasaran aman juga, karenakan beriringan dengan produk Wigo kita. Heran juga sih, yang dari Riau, Batam sudah pada nelpon. Ya, nanya launching,” bilangnya.

Bakal Buka Lowongan Lagi

Meski beberapa hari lalu membuka lowongan pekerjaan, guna genjot produktifitas kerja. Rozali menyebut, dalam sebulan kedepan kembali gelar penerimaan karyawan.

Yang mana, hal ini guna mengoperasikan mesin pabrik tehnya nanti. Perusahaan, bilangnya memerlukan kurang lebih 30 orang karyawan.

Baca Juga : Selain Jaga Kualitas Wigo, PT Afresh Pertahankan Pekerja Ditengah Pandemi

“Sesuai kapasitas mesin biasanya 20 sampai 30 orang karyawan. Nah, kita coba dulu pakai karyawan WIGO. Tapi nanti kita liat, bisa jadi terima karyawan baru,” tutupnya.

Untuk diketahui, PT Afresh Indonesia didirikan Lois Supardy 14 tahun lalu. Sang Pengusaha yang lama bercokol di Jepang.

(Tr01)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page