JAMBI – Begitu tiba, Jumat (20/3) pagi, siswa dan guru SMAN 1 Kota Jambi langsung discreening tim terpadu penanganan COVID-19 Provinsi Jambi. Rombongan sendiri, baru saja melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di jawa.
Tim Terpadu melakukan screening berupa penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh kepada Rombongan Field Trip SMA N 1 Kota Jambi. Upaya preventif, dilakukan disini.
Sebelumnya rombongan telah melakukan perjalanan ke Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Malang. Mereka terdiri dari 64 siswa dan siswi, 5 guru pendamping, 5 supir dan 3 kru dari pihak travel. Penyemprotan disinfektan dilakukan di Bapelkes Provinsi Jambi, Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi.
Dari Tim Terpadu Penanganan Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr Syamsiran Halim dan beberapa orang jajarannya serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Sahran.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah, turut dalam screening tersebut. Kepala Sekolah SMA N 1 Kota Jambi, Ketua Komite para orangtua siswa turut menyambut kedatangan rombongan.
Setelah 2 bis pariwisata yang membawa rombongan field trip tiba, begitu rombongan turun dari pintu bis, personil teknis dari Tim Terpadu Penanganan Covid-19 langsung menyemprotkan disinfektan. Pada saat rombongan SMAN 1 Kota Jambi discreening, social distancing diterapkan.
Sebelumnya, Dinkes mengumpulkan para orangtua siswa di Aula Bapelkes. Kabid Pelayanan Masyarakat, Oki Permana memberikan arahan kepada para orangtua tersebut untuk melakukan isolasi mandiri. Isolasi di rumah masing-masing Ia meminta orang tua memonitor perkembangan anaknya selama 14 hari.
Baca Juga : Ketika Corona Mengancam, Begini Keadaan Hotel di Jambi
Baca Juga : Sebar Ribuan Undangan, Pernikahan Batal Karena Corona
Lihat Juga Video : Konsleting, 1 Kelas UPT UNJA Terbakar
Field Trip SMAN 1 Diperbolehkan Pulang
Usai pemeriksaan, Kabiro Humas dan Protokol menyatakan dari hasil pemeriksaan suhu tubuh, seluruhnya bagus dan diperbolehkan pulang ke rumah.
“Namun diminta peran yang sangat aktif dari orangtua untuk memonitor kondisi kesehatan anak-anaknya,” bilangnya.
Johansyah berharap kondisi seluruh siswa dan siswi serta seluruh personil yang ikut dalam field trip tersebut bagus dan tidak terindikasi Covid-19 atau virus corona. (Hmsprov)
