BERITA TANJABBAR – Dalam tiga hari terakhir, hujan di sertai angin kencang terjadi di perairan Kabupaten Tanjabbar wilayah laut timur sumatera. Akibatnya, nelayan hentikan aktifitas melaut.
Hal itu menyebabkan gelombang tinggi dan naiknya permukaan air laut. Bahkan di tengah laut timur sumatera tersebut, ketinggian gelombang kini sudah mencapai lebih dari dua meter.
Terkait hal tersebut, tim gabung TNI-Polri dan basarnas memberikan peringatan kepada para nelayan di pantai timur sumatera, agar hentikan sementara waktu aktifitas melaut mereka.
Mendindak lanjuti himbauan akan gelombang laut yang sudah mencapai lebih dari dua meter tersebut. Hingga hari ini, ratusan nelayan satu persatu yang tengah berlayar ketengah lautan memilih memutar balik perahu dan kapal kapal mereka kembali menepi di sekitar pesisir.
Baca Juga : Usai Acara, Panggung Kampanye Akbar Jokowi Ambruk Diterjang Badai
Fadli salah satu nelayan tradisional Tanjabbar, menyebutkan bahwa memang saat ini gelombang di laut timur Sumatera sedang tinggi.
“Kondisi di laut angin kencang, gelombang tinggi mencapai lebih dari dua meter.” Ujar Fadli.
Kata dia, akibat cuaca di laut tidak bersahabat membuat para nelayan memutar balik perahunya.
” Kebanyakan para nelayan yang mengikuti himbauan tersebut, merupakan para nelayan tradisional. Yang kurang di lengkapi dengan peralatan keselamatan di kapal dan perahu mereka.” Ungkapnya.
Lihat Lainnya : Geger, Ibu Muda Bu9il Keluar Rumah, 2 Balitanya Dibunuh
Berhentinya Aktifitas Melaut Nelayan
Hal senada di ungkapkan nelayan lainnya Misran, ia bersama nelayan lainnya terpaksa menunda untuk melaut, hal ini kata dia dampak dari Gelombang tinggi dan permukaan air laut akibat curah hujan yang terus meningkat.
” Selain menyebabkan para nelayan tidak mendapatkan tangkapan ikan dan kita juga menghentikan aktifitas melaut, hal ini juga mengkibatkan terjadinya banjir rob di semua kawasan yang berada di garis pesisir timur sumatera, terutama di Kabupaten Tanjabbar.” Terangnya.
Lihat Video : Banjir di Tebo, 6 Desa Terdampak
” Pada bulan november hingga desember, selain gelombang tinggi, juga terjadi banjir rob di wilayah pantai timur laut sumatra ini.” Tutupnya. (hry)
