Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat. Selain AHY, Anies juga disambut ribuan kader Partai Demokrat yang memadati rumah perjuangan tersebut.
Teriakan-teriakan “Anies-AHY” bergema di sana-sini sebagai bentuk dukungan bagi keduanya.
“Ini adalah pertemuan silaturahmi, semoga jadi awal kebersamaan ke depan, mengusung perubahan dan perbaikan yang semakin baik,” kata AHY.
“Tadi kami berdua berdisuksi banyak hal. Persahabatan ini sudah berlangsung sejak lama, dari kami berdua belum jadi politisi. Saya masih aktif perwira militer, dan beliau sebagai tokoh intelektual akademisi yang sudah banyak bahas isu kebangsaan,” AHY menjelaskan.
“Setelah itu, takdir menemukan kami di pilgub. Itulah indahnya persahabatan kami tidak retak. Beberapa kali kami bertatap muka dalam berbagai kesempatan, kami tentu membangun semangat yang kuat untuk membawa perubahan dan perbaikan,” sambungnya.
AHY berharap kedatangan Anies akan semakin mendekatkannya dengan keluarga besar Partai Demokrat.
“Beliau sendiri mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat pada 2013-2014 lalu,” kenang AHY.
AHY juga menyampaikan bahwa Indonesia terlalu besar untuk hanya dipikirkan oleh satu atau dua tokoh saja.
“Ini pekerjaan lintas generasi, lintas kepemimpinan. Segala yang baik kita lanjutkan, tapi kalau yang harus diperbaiki ya harus diperbaiki,” ucap AHY.
“Bukankah itu semangat dari keberlanjutan dan perubahan, continuity and change. Mas Anies memiliki visi dan spirit yang sama, tidak heran jika chemistry yang terjadi semakin kuat, karena kami dipertemukan dengan visi, misi, prinsip dan etika yang sama untuk memajukan bangsa ke depan,” pungkas AHY.
Sementara itu dalam sambutan balasannya Anies menyampaikan rasa terima kasihnya kepada AHY atas sambutan yang hangat.
“Insya Allah ini salah satu pertanda untuk jalan bersama. Keinginan bersama dari seluruh arah, setiap fase, kita terus melakukan perbaikan. Kita ingat perjalanan pemerintahan, ketika institusi ditegakkan, kami lihat Mas AHY meneruskan tradisi ini, meneruskan Pak SBY, kita ingin tradisi itu terjaga, demokrasi, sportivitas dan kesetaraan,” ujar Anies.
“Ini bukan awalan baru, ini awalan baik. Kelanjutannya arah kemajuan Indonesia yang lebih baik ke depan. Kita semua sedang dalam penjajakan, Nasdem, Demokrat, nanti juga dengan PKS. Percakapan ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, membuat Indonesia yang lebih baik, amanat yang sebaik-baiknya,” lanjut Anies.
Pertemuan Anies dan AHY di Rumah Besar Partai Demokrat hari ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ikhtiar Partai Demokrat mewujudkan Perubahan dan Perbaikan bangsa.
Menindaklanjuti hasil Rapimnas 15 September lalu, terkait dengan figur Capres dan Cawapres, maka seperti yang disampaikan oleh Partai Demokrat menitikberatkan pada: Integritas, Kapasitas, Elektabilitas, Punya ‘chemistry’, dan yang paling penting memiliki semangat memperjuangkan ‘Perubahan dan Perbaikan’.
Anies tiba di Kantor DPP Partai Demokrat sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya AHY mengajak Anies berkeliling melihat ruangan-ruangan di Kantor Demokrat, sebelum akhirnya mengadakan pertemuan tertutup yang hangat bersama kader Partai Demokrat di Aula Yudhoyono.
Menanggapi pertemuan tersebut, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Merangin, As’ari Elwakas memberikan respons positif. Bang Apuk, panggilan akrabnya, menilai pertemuan kedua figur muda itu memberikan kesan dan aura yang segar serta optimis.
“Auranya segar dan optimis. Kita bangga ternyata masih ada pemimpin-pemimpin muda, terutama dari mereka yang berlatar belakang intelektual religius. Dengan demikian, kita bisa optimis bahwa bangsa ini akan dikelola lebih baik kedepannya,” katanya, Jumat (7/10/2022).
Menurutnya, baik Anies maupun AHY merupakan tokoh yang sama-sama memiliki karakter pemikir sekaligus tipe pekerja. Anggota DPRD Merangin itu berharap kedua paket ini bisa segera menyatu.
“Jadi bukan hanya pemikir, keduanya juga tipe pekerja. Saya berharap paket ini bisa terwujud, meskipun mungkin bukan dalam waktu dekat ini. Kita berharap keduanya bisa menyatu,” tegas Ketua Komisi III ini.
