TANJABBAR – Dengan beralasan Pandemi Covid-19, yang saat ini tengah melanda, Kejari dianggap tak serius, dalam menangani kasus Pamsimas di Kabupaten Tanjabbar.
Buktinya, delapan bulan sejak berkas kasus penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), di desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara yang dilaporkan ke Kejari Tanjabbar belum ada kejelasan sampai saat ini.
Baca juga : Klaim Air Terjun di Merangin Milik Tanjung Lamin, Pria Ini Kabur Saat Diserang Warganet
Tak ayal, Kejari Dianggap tak serius, tangani kasus tersebut.
Terkait hal tersebut, Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat pun akhirnya angkat bicara.
Kejari Tanjabbar Trijoko melalui Kasi Intel Arnold Saputra menyebutkan, bahwa laporan yang masuk dari Oktober 2019 lalu ini. Baru sebatas pemeriksaan terhadap pemberkasan.
“Iya (delapan bulan ini) baru sebatas pemeriksaan berkas, terkait data yang kita dapatkan dari pelapor. Karena untuk pemanggilan, masih kita kurangi karena Covid-19 ini,” ujarnya.
Diakuinya
Dirinya mengakui, memang pihaknya ada berniat dengan bersama pelapor turun ke lapangan, untuk mengecek kondisi proyek tersebut.
Namun memang karena ada beberapa kendala dan halangan, hingga adanya muncul Covid-19, niat tersebut belum urung terlaksana.
“Memang beberapa kali mau turun ada saja kendalanya. Kendala ada beberapa kunjungan, kemudian kita tunda karena Covid-19 masuk,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, mereka sejauh ini belum melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak, yang ingin dimintai keterangan terkait persoalan tersebut.
Seperti Mantan Kepala Desa, Kepala Desa dan juga pendamping pelaksanaan proyek, akan dimintai keterangan.
“Kalau minta keterangan yang jelas kades lama, kemudian dari pihak pelapor kemudian dari pihak pamsimas. Kalau dari data sementara, yang kita dapat ini memang dia ada (permasalahan). Tapi lebih jelas harus kita panggil, mau tidak mau ya tidak bisa cepat,” sebutnya.
Dirinya menerangkan bahwa laporan yang masuk tersebut, ada beberapa poin dugaan. Yakni terkait dengan pembangunan yang gagal karena air tidak mengalir. Kemudian adanya data yang di duga di manipulasi.
Lihat juga video : Tengah latihan, Heli TNI AD Jatuh
“Karena memang di bangunnya pamsimas ini, di daerah yang susah air. Jadi untuk mengaliri air ke rumah-rumah masyarakat itu tidak sampai,” bebernya.
“Sedangkan terkait manipulasi data kita baru sebatas keterangan. Nanti kita cek kelapangan setelah covid ini selesai,” tandasnya. (hry)
