BERITA JAMBI – Surti, salah atau penjual tikar atau penyewa tikar di kawasan Candi Muaro Jambi mengeluh tidak ada pemasukan pasca perbaikan, di wilayah tempat wisata bersejarah di Provinsi Jambi itu. Hal tersebut disampaikan saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Senin (05/12/2022).
Pantauan awak media ini lapangan, tampak ada pengerjaan renovasi di kawasan Candi Muaro Jambi tersebut, yang ini dinilai berdampak sepinya pengunjung. Tak hanya pengunjung, para pedagang area Candi pun alami minim pemasukan.
Baca juga : Wagub Canangkan Ini Candi Muaro Jambi di 2023
Seperti yang di sampaikan Surtini (40), warga asli Candi Muara Jambi yang berprofesi penyewaan tikar ini tidak mendapatkan pemasukan. Dengan adanya tahap renovasi tersebut, banyak pedagang mengeluh karena sepinya pengunjung.
“Renovasi yang di lakukan sudah hampir dua bulan yang mengakibatkan kosongnya pendapatan. Sebelum adanya renovasi ini, di hari minggu saya bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp. 300.000 dan hari biasa Rp. 100.000,” terangnya.
Baca juga : Gubernur Jambi Serahkan Bansos ke Nelayan Tanjabbar
Untuk harga satu tikar berkisar Rp20.000 hingga Rp10.000. Tak hanya itu, dari baiknya, para pedagang senang area candi di lakukan renovasi karena dapat meningkatkan antusias pengunjung untuk berwisata ke Candi Muara Jambi.
Surtini juga berharap di hari Raya Idul Fitri Tahun 2023 mendatang, pengerjaan renovasi sudah selesai. “Kami berharap lebaran tahun besok renovasi ini udah selesai, karena dari sini la mata pencarian kami untuk kehidupan sehari-hari.” Tukasnya. (Nrs)
