JAMBI – Solusi demi solusi, dicari Perkumpulan Komunitas Angkutan Batubara (Kotura) untuk menertibkan ribuan angkutan batubara. Sosialisasi penertiban dan pengawasan sudah dijalankan wadah para sopir itu, namun tetap saja ada pelanggaran.
Kepada DinamikaJambi.com, Koordinator Wilayah Provinsi, Tony mengaku butuh dukungan semua pihak. Mulai dari pemerintah, aparat, perusahaan sampai masyarakat untuk ketertiban umum di jalanan.
“Dak sanggup Kotura. Ado ribuan bang. Kotura sudah mengecap 3000 mobil. Ado 4000 mobil. Kito butuh bantuan masyarakat,” bilang Tony, Minggu (14/10) siang.
Kotura, sudah menghentikan penambahan anggota. Malahan, Kotura meminta untuk menurunkan jumlah armada yang sudah berlebihan itu. Dengan ruas jalan dan jarak tempuh, tentu saja angka itu sudah tak pantas.
Rupanya, usulan tersebut mendapat respon positif. Para sopir mengusulkan, untuk pengurangan armada. Selain itu, juga pada armada luar, agar mutasi dengan plat BH.
Namun begitu, Tony bilang, butuh waktu untuk menertibkan hal tersebut. Selain sosialisasi, perlu dukungan perusahaan. Dimana rencananya, Kotura menjalin kemitraan dengan perusahaan.
Berita terkait : Protes Warga Soal Plat Luar Kerap Bermasalah, Ini Kata Kotura
Belakangan, perusahaan membuka pintu dengan keberadaan Kotura. Bilang Tony, perusahaan melihat upaya Kotura yang menertibkan para sopir dan menengahi konflik dari kecelakaan.
“Kito butuh dukungan perusahaan. Sejauh ini, kito bergerak dengan uang pendaftaran anggota untuk mediasi kecelakaan dll,” katanya.
Sementara untuk penertiban, media online ini mendapatkan berbagai permintaan call center untuk dibuatkan Kotura. Rupanya, Tony menyiapkan hal itu. Masyarakat, dapat melaporkan para sopir yang berulah pada Kotura.
“Mohon kerjasama dan perhatian dari lapisan masyarakat, agar sama-sama kita menindak tegas mobil batubara yang buat ulah. Kalau ada kedapatan sama masyarakat, hubungi 085268437611, akan kita tindak tegas,” bilangnya.
Sejauh ini, sudah 3 armada yang dikandangkan terkait kecelakaan. Sementara untuk pelanggaran ketertiban dari Kotura, Tony tak bisa menyebutkan angka pasti.
“Sudah banyak. Dak terhitung lagi bang. Datanyo ado. Kito titip di Polsek terdekat,” pungkasnya. (Win)
