MERANGIN – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) yang digelar dengan penuh kemeriahan justru memunculkan sorotan dari publik. Di tengah semangat syiar Islam yang seharusnya mengedepankan adab, etika, dan penghormatan terhadap tamu serta unsur penyelenggara pemerintahan, muncul pemandangan yang dinilai janggal.
Sorotan itu tertuju pada posisi duduk Wakil Ketua DPRD Kabupaten Merangin, Herman Effendi yang terlihat berada di barisan belakang saat acara pembukaan berlangsung, Sabtu (18/7/2026)
Kondisi tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat yang menilai penempatan tempat duduk tidak mencerminkan penghormatan terhadap unsur pimpinan DPRD sebagai bagian dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Meski dihadiri Ketua DPRD Merangin yang duduk di barisan depan, tetap saja hal itu jadi sorotan lantaran Waka DPRD, duduk di belakang, barisan kedua.
Sejumlah warga mempertanyakan mekanisme penataan tempat duduk dalam acara resmi tersebut.
“Kesalahan seperti ini seharusnya dapat diantisipasi oleh panitia agar tidak menimbulkan kesan adanya pengabaian terhadap tata protokol maupun etika penyelenggaraan acara,” kata Iqbal, warga Merangin, Senin (20/7/2026).
Parahnya, warga turut menyentil bupati yang berani meninggalkan Wakil Gubernur Jambi pada acara Kenduri Sko pekan lalu di RTH Pasar Bawah demi acara ini. Hanya Sekda Merangin, yang mendampingi Wagub.
“Berani tinggalkan Wagub acara kemaren, katanya persiapan MTQH. Tapi kenapa acaranya malah begini? Mana jalan juga macet panjang,” ketus Warno, warga Bangko.
Ketua Partai
Sementara terpisah, Herman Effendy mengaku tidak masalah dengan penempatan duduk dibarisan belakang.
“Kalau bagi saya pribadi tidak masalah. Kita merakyat, mau duduk dimana saja oke. Tapi penilaian publik berbeda, merasa janggal, tidak hormat atau apalah sah-sah saja,” katanya santai.
Bong Fendi, sapaan akrabnya mungkin tak mau membesar-besarkan.
Namun tak hanya sebagai Waka DPRD Merangin, mewakili lembaga, Bong Fendi juga duduk sebagai Ketua DPD Golkar Merangin, pimpinan partai peraih suara terbanyak pemilu lalu.
Posisi ini jelas, Bong Fendi mendapatkan tempat terbaik, bukan berada di barisan belakang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari panitia penyelenggara terkait alasan penempatan Wakil Ketua DPRD di barisan belakang.
Publik pun berharap kejadian serupa tidak terulang pada agenda resmi pemerintah berikutnya, sehingga pelaksanaan MTQH tetap mencerminkan nilai-nilai ketertiban, penghormatan, dan kebersamaan yang selaras dengan semangat kegiatan keagamaan.
